RSS

Puisi untuk istriku

02 Jan

istriku, ijinkan aku berjihad mencari nafkah di pagi buta ini disaat matahari masih terlelap dalam tidurnya.

istriku, kutitipkan anak semata wayang kita untuk kau didik menjadi insan yang kaffah dan sholehah.

istriku, ajari anak kita tentang nikmatnya bersyahadat dan berdzikir sembilan puluh sembilan asmaNya.

istriku, ajari anak kita huruf hijaiyah, agar tak buta akan firmanNya.

istriku, pahami dan amalkan semua isi Al-Quran, tak cuma surat An-Nissa yang selama ini kita diskusikan.

istriku, siapkan hatimu menerima qodho dan qodhar yang telah menjadi hak preogratifNya.

istriku, ketika aku pulang nanti, siapkah hatimu………..

kan ku bawa seorang muslimah yang menemanimu di bait kita……….

yang akan melahirkan insan-insan kamil yang kaffah………

yang akan menemanimu diholakoh-holakoh………

yang akan berbagi hangatnya kamar pengantin kita……..

istriku, masih banyakkah sisa sabar dilemari hatimu……???

About these ads
 
23 Komentar

Posted by pada 2 Januari 2009 in Puisi

 

23 responses to “Puisi untuk istriku

  1. Rana purnama

    22 November 2012 at 20:13

    Saya tidak setuju poligami, itu cuma akan menyakiti dan menghianati, manusia biasa tidak bisa adil , yang pasti itu perasaan nafsu aja .

     
  2. syafarudin

    9 November 2012 at 13:39

    Apa setiap istri mau digitukan?

     
  3. vivit

    23 Desember 2011 at 19:15

    khoir….. aq suka….ciptakn puisi yg lbih bgus lg ya..

     
  4. kokoardita

    7 Desember 2011 at 09:29

    hehehe….gk smua sperti kli?

     
  5. kokoardita

    7 Desember 2011 at 09:27

    aq sangat trkesan

     
  6. agus bojonegoro

    4 Oktober 2011 at 10:49

    salam kenal cah bojonegoro.com wah-wah ikutan nimbrung donk,kalo istriku sih its okey aja saya poligami,tp hrs tau diri

     
  7. rich thorne

    19 September 2011 at 20:18

    Dalil hukumya Poligami itu k’lo boleh tau apanya mas

     
  8. habib ayatulloh

    19 September 2011 at 20:15

    numpang lewat mas…..
    poligami itu emng ada hukumnya ,,k’lo boleh tau dalilnya dari mana tuh…

     
  9. Sigit Eko

    9 Agustus 2011 at 09:56

    tahnks….

     
  10. zaman edan

    12 Maret 2011 at 00:37

    jadi pengen blajar ngaji nih……….

    kenuzi50 : di persilahkan…he..he..

     
  11. fariqfatih

    31 Mei 2009 at 03:07

    heee… ada hal yang aneh… emang boleh mengumpulkan istri-istri dalam satu rumah…? wah bisa-bisa perang bratayudha kedua tuh..

    *) menikah lagi itu halal, dengan atau tanpa izin istri pertama.. bagi yang menghalanginya dengan alasan yang mustahil Sya’i berarti menolak hukum Allah.. ( telah kafirlah org yang mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah).

    bagi swami yang tak dapat izin bisa menikah secara diam2, tapi bila ketahuan, bgaimanapun baiknya managemen RT yang diolah akan menyakiti hati istri pertama dan itu bisa disebut orang yang menzalimi istrinya..
    dalam hal ini ketika sang istri tak tahan maka bisa mengajukan khulu’ (gugat cerai).

    **) diakui atau tidak poligami adalah solusi bagi beberapa masalaah sosial ;

    1. dibidang kesehatan : lebih baik beriklan poligami dari pada beriklan kondom.. jika 4 istri setril dari HIV maka semuanya akan tetap steril dan keimanan serat kehormatanpun tetap terpelihara.
    berbeda dengan kondom, saat kondom dipromosikan maka peta analog yang muncul adalah “dengan kondom maka lelaki bebas berzina dengan saipapun.. dan wanita aman “dari HIV, diselingkuhi, dan tidak hamil”

    2. dibidang karier bg istri : jika hanya satu istri maka 24 jam sang istri harus siap sedia melayani suami… berbeda jika memiliki 4 istri, setiap istri lebih bisa mengaktualisasikan dirinya, karena tidak setiap hari melayani suaminya.

    3. dibidang pendidikan : ibu adalah madrasah pertama bagi anak, ketika baik para ibu maka baiklah seluruh negri, namun sebaliknya ketika buruk maka buruklah semuanya. Tanggung jawab seorang ibu adalah surganya anak. akan lebih mudah dan efesien jika tanggung jawab sebagai madrasah pertama ini di lakukan secara berjamaah (dengan managemen pendidikan yang baik). ibu dlm bahasa Arab di seut ‘Um’ akar kata ini bisa ‘ummah’ (berarti ummat) dam imam (yang berarti pemimpin). jadi ditangan para ibulah kejayaan suatu negara bisa terwujud…

    4. dibidang sosial : Poligami bisa menjadi salah satu faktor terciptanya sosial glu (Ashobiah; istilah ibn khaldun) dimasa yang akan datang, karena kerekatan sosial terwujud salah satunya dengan adanya pertalian darah dan juga keimanan.

    5. dibidang Psikologi : poligami akan memberi motivasi bagi para pemuda untuk siap menikah. karena jelas, salah satu alasan wanita mau menjadi istri kedua karena pacarnya belum siap menikah, sehingga sang wanita harus mencari lelaki yang telah mapan.

    ketidak siapan para pemuda untuk menikah akan menyuburkan praktek perzinahan yang dahsyat, untuk itu bagi para lelaki yang sudah mrasa mampu saya sarankan untuk menikah lagi..
    pertanyaan kuno namun slalu di update oleh para wanita adalah “apaka suami saya bisa adil?”
    bagaimanapun stiap suami takkan pernah mampu berbuat adil, untuk itu jangan pernah menelantarkan istri2 anda.. selaras dengan firma Allah;

    “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Qs; 4:129

    kenuzi50: ha…ha…. mas fariq, puisi ini memang imajinatif kok….. makasih atas tulisannya, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua…. amin……

     
  12. Upik

    31 Januari 2009 at 15:05

    Mas Uzi,
    Habis-habisnya kok begitu… hiks, ‘istriku, ketika aku pulang nanti, siapkah hatimu………..
    kan ku bawa seorang muslimah yang menemanimu di bait kita……….’
    Kok pada akhirnya lelaki selalu kearah itu yaaaaaaaaaaaaaa.. :-(

    kenuzi50: eiiiitttt…, ini puisi imajinatif. yang di sentil justru kaum adamnya…. (nanti tak siapkan postingan untuk pembelaan kaum hawa deh….). senyum, dong ah…… :D

     
  13. linaluvjubed

    30 Januari 2009 at 22:23

    coba koment ah….
    jujur….mengimani sih ayat tentang poligami
    jujur….duuuhhh belum siap kalau harus berbagi suami
    ketika suamiku ditanya ttg poligami, dia menjawab “tuk adil sama diriku sendiri aja blm mampu”, salam tuk istrinya ya mas. ajari saya tuk mencintai karena Allah.

    kenuzi50: memahami ayatNya, mesti harus secara keseluruhan…. (puisi ini imajinatif dan berharap menjadi sebuah renungan bagi kita semua…. Allah maha mengetahui isi hati kita).

     
  14. ernalilis

    29 Januari 2009 at 12:40

    Ihhh… aku baru nemu post ini..!

    jawaban untuk pertanyaan terakhir …. NGGGAAAAAKKKK!
    * Whaaalahh nyaut aja…!

    kenuzi50: syukurlah kalau mbak erna nggakkkkkkkk nolak. berarti setuju toh…. (assyyyiiiikkkkkk…).

     
  15. Enno

    20 Januari 2009 at 20:51

    Haiya…klo bicara ttg si poli, pasti yg ngerubung para gami (sambil geleng2 kepala nih…)

    kenuzi50: ehhmm, masa sih. memang para andri (poli=andri) gak pada seneng yah kalau para gami bicara poli…? perlu kajian terusan nih, he…he…. :D :D :D

     
  16. _rabindra

    15 Januari 2009 at 13:12

    maap ni, Mas..

    yang akan menemanimu diholakoh-holakoh………

    holakoh itu artinya apa yaa? apa sebangsa halaqoh gtu ya, Mas?

    *ngumpet di kolong meja*

    kenuzi50: Betul, ustadz. Penulisan yang bener adalah halaqoh. Istilah holakoh (dalam puisi), dipengaruhi oleh logat ke daerahan. Di sunda banyak orang salah kaprah dengan pengunaan huruf “F” dan P. Fakultas jadi Pakultas. Dijawa ada sebutan pak Kaji sebenarnya pak Haji. Nah, didaerah saya halaqoh itu suka di ucapkan holakoh… he…he… aya-aya wae… Tapi yang benar penulisannya “halaqoh”…
    Loh, mas ngapain… ngumpet di kolong meja ??? mending sini, duduk bareng di lingkaran halaqoh…..

     
  17. uki21

    15 Januari 2009 at 09:53

    oh… istri, aku ingin seseorang bersedia menjadi sang istri agar bisa menyambut ku di depan rum,ah ketiak aku pulang kerja..

    kenuzi50: ada yang berminat jadi penghubung (comblang) nih…. ?? (he….he…)

     
  18. faraziyya

    10 Januari 2009 at 01:24

    aih, nak tanya..
    para pengunjung d page ini, kebanyakan tlh b’klwrg kah?
    jd awam nih..
    but , nice poem :)

    sm9a istri mas, setelah membaca poem ini, memiliki lebih dari ckup kesabran. nda sisa ajah lho’ hehe :)

    kenuzi50: Tenang ajah, kelihatannya dia pilih GOLPUT, tuh. Antara setuju dan tidak… he…he.. untung istriku udah tidur.

     
  19. abindut

    8 Januari 2009 at 11:52

    He..he..he..
    Saya tau mas… memang dalam puisi itu tak terlintas kurangnya kecintaan teerhadap istri pertama…
    Walau si poli diperbolehkan dalam agama, tapi tetap mas saya kurang setuju.. Terkadang saya mencoba menjadi seperti dia.. Bagi saya satu lebih dari cukup… he…he.. :)
    *Wah sayang dikantor, kalau dirumah pasti dibuatkan tahu telor*
    Nanti pulang kasih tau ah…
    *jadi pengen cepet pulang*

    kenuzi50: Satu lebih dari cukup -said abi-, maksudnya : satu disini, satu di sana, satu lagi di entu, satu lagi di ennih…. empat dong bi.???
    He..he…
    Bi, kalau udah di rumah, bagi tahu telornya yah, di upload boleh di fax boleh…..

     
  20. abindut

    8 Januari 2009 at 10:12

    Puisinya bagus mas…
    Awal saya pikir kecintaa mas teramat sangat terhadap istri… tapi setelah membaca :
    “kan ku bawa seorang muslimah yang menemanimu di bait kita……….”
    “yang akan melahirkan insan-insan kamil yang kaffah………”
    Ternyata saya salah ya…
    untuk saja saya baca dikantor, kalau dirumah wah bisa berabe… he…he. :)

    kenuzi50: puisi ini tak melambangkan berkurangnya cinta pada istri pertama, tapi bertambahnya cinta karena ada istri kedua (wakakak…hi..hi..pinjem istilah abi ah…). Bi (baca lagi: Pak), tapi setuju kan kalau poli….. poli…. (sambil berbisik, takut ketahuan istrinya abi….) gami………??? Wakakak lagi…. kabuuuuurrrr……

     
  21. tie...

    7 Januari 2009 at 10:35

    Assalamu’alaikum Wr,Wb

    Senang bisa mampir dan kenal disini..

    Wah wah…

    istriku, ketika aku pulang nanti, siapkah hatimu………..

    kan ku bawa seorang muslimah yang menemanimu di bait kita……….

    Maksudnya ??? ada keinginan untuk poligami….

    Salam dari & untuk Orang kebumen yang solehah…

    kenuzi50: Wassalamu’alaikum, sahabatku. Ada tiga alasan yang mendasari kata di atas :
    1. poligami bukan sekedar keinginan, tapi juga hukum (ada referensinya)
    2. ini puisi imajinatif, membayangkan ada seorang istri yang punya segudang kesabaran dan merelakan baitnya ditempati bareng dengan madunya karena Allah semata (jarang…jarang kali yah……)
    3. istri saya belum baca nih, puisi…. ha…ha…ha…..

    *nanti tak sampaikan salamnya ke istriku, sepertinya dia masih ngajar ngaji di TPA. Insya Allah.*

     
  22. _rabindrasahara

    7 Januari 2009 at 09:23

    puisinya naratif skaligus persuasif. klo istrinya baca, psti bkal ada rasa baru yg membuncah mnghiasi lembaran hari2 kebersamaan kalian -sopan ga sih kta ganti ini- :)

    barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jam’a bainakuma fi khair..

    slam kenal, bang… :)
    ajarin sya ttg pernikahan yaa.. *ditimpuk sendal jepit*

    kenuzi50: Amin. deu…. istri kitamah solehah atuh. Tidak menolak dan tidak menganjurkan (Golput kali…). Kita bisa belajar bareng-bareng di suraunya mas Nug, atau di kebunnya rindu. Pokoknya yang namanya ngebahas nikah itu enak apalagi ngelakoninya…. (@#$%# gudubrakkk#$%…..) He..he..he.. ada yang ngelempar pake sendal rupanya…. larrriiiiiii…….

     
  23. ndainluv

    4 Januari 2009 at 09:41

    ahh..agak sedikit ambigu puisi ini..hehhe..maklumlah lg lelet..

    Kenuzi50 : Makasih udah sudi mampir, disini…. Ngomong-ngomong istriku belum baca puisi ini loh… he…he…he. Jangan dikasih tahu yah….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 41 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: