Menunggumu


menunggumu,

ditepian hati yang paling sisi, menanti waktu berbalik kembali, kemasa disaat awal asa di tautkan.

menunggumu,

disepanjang sudut pandang jalan, menyusuri kenangan, mengharap dapat memungut kembali serpihan hati yang tercecerkan.

menunggumu,

menanti harap yang tak kunjung datang, menepis gelisah yang menghujam, menyisihkan prasangka tentang rasa tak setia.

menunggumu,

menghabiskan sisa rindu, yang dulu tak tertampung hati, kini tinggal butir-butir kecil menemani sepi.

menunggumu,

dibatas waktu yang tak menentu, dipersimpangan antara rindu dan pilu, antara cinta dan prasangka, antara ada dan tiada, antara siang dan malam, antara ingin dan takdir, antara jarak dan waktu, antara aku dan dirimu.

aku akan tetap menunggumu, sampai lelah menjemputku…

Satu Tanggapan to “Menunggumu”

  1. yanti Berkata

    Jalan masih panjang…..msh terbuka luas kesempatan….untuk apa menunggu sesuatu yg tdk pasti.

    kenuzi50 : bukannya menunggu supaya ada kepastian..??? he..he.. salam…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.