RSS

Arsip Kategori: Puisi

Rentang Kerinduan


images

Ada rentang kerinduan,
diantara dua pulau yang terpisah lautan,
dan kita yakin perahu cinta kita,
tak akan pernah sampai ke dermaga harapan.
 
Ada yang terkenang,
diantara lebat pepohonan dan rinai hujan,
dan kutinggalkan kau di tepian sungai,
walau ku tahu tak ada kata untuk kembali.
 
Aku dan kau tak akan pernah menjadi kita,
walau lautan menjadi daratan,
andaipun bumi di rentangkan,
hanya akan kau temukan serpihan kerinduan.
 
…dan rentang diantara kita semakin jauh.
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 16 April 2014 in Puisi

 

Aku Tak Bisa


gerimis

Aku tak bisa luluhkan hatimu,
aku juga tak bisa mnyentuh cintamu,
walau rasa rindu datang dan memburu,
aku mengenangmu berselimut cemburu.
 
Aku harap dapat menghilang dari tatapan,
karena bukan aku yang kau inginkan,
kubiarkan jiwa menari diujung malam,
kupuaskan nurani memeluk rembulan.
 
Aku tak bisa,
walau sekedar membencimu.
 
 
 
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Desember 2013 in Puisi

 

Tak Akan dan Tak Mungkin


gambar q
 
Tak akan dan tak mungkin,
mengulang kisah yang telah menjadi kenangan,
bersama daun dan rintik hujan di bukit tayan,
aku dan kamu hanya bagian kisah yang berujung sedih.
 
Tak akan dan tak mungkin,
bergandeng tangan melalui rintangan,
terlalu banyak air mata yang akan mengalir,
walau kita yakin, tak ada yang tak mungkin.
 
Tak akan dan tak mungkin,
menjadikanmu bidadari hati,
sementara sayap-sayap cinta kita telah patah,
bersemayam di pelukan waktu tanpa pusara.
 
Aku ingin berlari memelukmu,
mencium lembut jilbabmu,
berbisik lirih di telingamu,
ah,… ini tak akan dan tak mungkin.
 
Bekasi, 5 Desember 2013.
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Desember 2013 in Puisi

 

Mengenangmu


images
 
Mengenangmu, menyakitkanku.
dulu berwujud indah,
tapi jarak, ruang dan waktu telah merampas,
rajutan janji terkoyak bersama mimpi yang usai.
 
Ku hanya sekedar mengenangmu,
di separuh perjalanan,
kita pernah menjadikan hujan berpelangi,
lalu malam melukis nama kita di langit yang hitam
 
Hanya sejenak, sebelum selamanya,
aku mengenangmu dalam penantian tak bertepi,
di sela rindu yang hadir, kuharap terselip namamu,
agar dapat ku kenang kau dengan senyum, walau hati perih.
 
Dan saat kenangan terulang,
kita telah melangkah di jalan yang berbeda,
kasih kita sangat rapuh terasa,
aku hanya bisa memandangmu, tanpa sanggup berharap lagi.
 
sebegitu takutkah kita melalui rintangan cinta,
lalu menyerah pada kenyataan “cinta tak selamanya memiliki”
 
Bekasi, 5 Desember 2013
 
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Desember 2013 in Puisi

 

Tayan Dalam Kenangan


 
IMG_01252013_162434
menatap Tayan dari ketinggian membuat rasa jadi teriris,
ceritanya bagaikan bulir-bulir air mata kesedihan,
namun penuh dengan cinta,
tak terlupakan,
tak terabaikan,
bahkan ketika kaki kembali mengajak pulang.
 
(Tayan, 22 Desember 2012)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2013 in Puisi

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.