RSS

Hati yang lapang

16 Jan

2641783885_6990baeb01

Malam ini, hujan turun sangat deras disertai angin yang kencang. Saat-saat seperti ini sebenarnya saat yang dinanti-nantikan, apalagi kemarau tahun ini sangat panjang dan persedian air tanahpun semakin menipis.

Ketika masuk ke dalam rumah jam menunjukkan pukul 10 malam, hujanpun turun semakin deras. Bagiku suasana seperti ini sangat menyenangkan, karena tak perlu menyalakan kipas angin ketika hendak berangkat keperabuan. Dalam bayanganku, meminum segelas teh hangat sebelum tidur tentunya sangatlah nikmat.

Kulihat si kecil tertidur di ruang tengah, masih sempat ku rapikan sarung yang biasa aku pakai shalat yang dipakainya menjadi selimut. Sementara di dapur kulihat istriku sedang memainkan sapu lidi menghalau air yang tergenang. Pasti bocor lagi, pikirku.

Ya, rumah mungil ini memang kerap didera bocor ketika hujan datang. Entah kapan bisa dibenahi, mungkin nanti ketika Allah memberikan rezeki berlebih, pasti akan ku sisihkan untuk membetulkan bocor. Yang aku syukuri istriku tak pernah mengeluh tentang bocor. Senyum simpulnya tetap terukir’ “Hujan ini rezeki dari Allah, dan karena rumah kita bocor maka rezeki itu langsung masuk ke rumah kita, tidak hanya sekedar numpang lewat genteng. Jadi kita harus syukuri bocor ini” itulah yang terucap dari bibirnya ketika aku mohon maaf karena belum bisa memperbaiki bocor. Subhanallah…

Istriku memang orang hebat dan juga kuat. Pagi hari dia mengurus si kecil yang hendak berangkat sekolah. Lalu dia sendiri siap-siap untuk berangkat kerja sampai menjelang sore nanti. Bada Maghrib, dia masih menyempatkan diri mengajar ngaji di mesjid dekat rumah, dan malam harinya dia masih menyisakan waktu untuk mengajari si kecil belajar atau membuat PR. Dan, dia tidak pernah mengeluh……. sekali lagi,… Subhanallah….

Aku sendiri termasuk dalam kelompok  P7 (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan), tidak pernah bisa kumanjakan istriku dengan materi. Ketika tetangga membeli mobil, istriku bersyukur mengendarai motor (motor dinas dari kantor) dibandingkan mereka yang ngojek apalagi jalan kaki. Ketika musim liburan tiba, banyak tetangga yang pergi libur keluar kota. Istriku bersyukur bisa jalan-jalan ke Jakarta (Jakarta juga luar kota loh, karena kita tinggal di Bekasi), ketempat kakak ipar. Katanya sambil liburan bisa jalan-jalan dan tetap menjalin silaturahim. Untuk kesekian kali,…Subhanallah….

Pun ketika suatu saat, aku melihat banyak kursi di teras rumah sampai-sampai untuk parkir motorpun aku kesulitan.  Kata istriku, itu kursi PKK. Biarkan saja di simpan di teras rumah kita. Rumah kita memang sempit apalagi ditambah titipan kursi dari PKK, tapi hati kita harus lapang, itulah kunci agar kita tidak mudah berkeluh kesah. Saudara-saudaraku, untuk kesekian kali… marilah beramai-ramai mengucap….. Subhanallah……

Insya Allah, surga Allah untukmu istriku. Amin.




 
24 Komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2009 in Renungan

 

24 responses to “Hati yang lapang

  1. dadi

    19 Juni 2012 at 08:50

    subhananllah ….. istri adalah kunci keberhasilan hidup

     
  2. ANNA

    19 Januari 2012 at 06:41

    aq iri dngn istri jenengnè ..
    y Allah . .
    jadikanlah hamba_Mu ini trmask 0rng2 yg sabar.
    amin.

     
  3. ietha

    2 Desember 2011 at 20:58

    subhanallah,,, aku ingin menjadi seperti wanita itu,,,

     
  4. Sulismiani Ulis

    30 November 2011 at 14:24

    subhanallah

     
  5. vhida

    15 November 2011 at 09:56

    subhanallah….

     
  6. kharisna

    5 November 2011 at 12:14

    waaaaahhhhhh
    beruntung bgt sich mas dpt istri………….d jaga y mas istri x……….heeeeeee
    mudah2an sy jg bisa menjadi istri spt itu………..

     
  7. shea

    19 April 2011 at 23:54

    semoga sy bisa mengikuti jejeknya,sbgai wanita n istri yg sllu lapang hati…amiiinn ya rab….

    kenuzi50 : amin.

     
  8. may

    13 April 2011 at 10:00

    Sabar dan kelapangan hati istri anda pasti akan berbuah bahagia………

    kenuzi50 : amin. semoga.

     
  9. marsh

    20 November 2010 at 10:10

    bagus karyanya..
    smoga bisa menjadi inspirasi

    kenuzi50: Amin. Semoga bermanfaat..

     
  10. hasbi

    18 Juli 2010 at 18:13

    jd pengen punya is3 kayak crt d ataas…

    kenuzi50 : semoga dan secepatnya yah…

     
  11. Ela

    7 Juni 2010 at 17:10

    Subhanallah..
    jadi teringat masa lalu..

    Aamiin..Y Allah smog kita selalu diberi haTi yang Lapang…

    kenuzi50 : semoga masa lalu yang terkenang adalah masa yang indah… salam buat ela…

     
  12. dian inayati

    18 Januari 2010 at 10:07

    semua itu ada Karna Adanya Sehati..Seirama…Seperjuangan..dan Pengertiaan…Hati yang Lapang Akan Terwujud….

    kenuzi50: amin. setuju.

     
  13. sarahtidaksendiri

    18 Januari 2009 at 12:08

    aQ terharu bacanya….
    jarang seklai ada perempuan sprti istri mas ini..sunguh luar bias,a diperlukan jiwa besar dan hati yg memang lapang untuk meneirma dan menjalaninya dengan ikhlas…sungguh kuat beliau..
    sampaikan salamQ pada istri mas yang ssangat luar biasa itu…
    kelak aQ ingin belajar banyak darinya…🙂

    kenuzi50: Insya Allah, nanti saya sampaikan. mudah-mudahan postingan ini ada manfaatnya……

     
  14. vaepink

    18 Januari 2009 at 08:14

    Subhanallah…🙂

    InsyaAllah mas…. amin

    kenuzi50: Amin.

     
  15. ernalilis

    17 Januari 2009 at 21:45

    whaaa.. salah ya.. ?
    Soory Mas Uzi….

    kenuzi50: tak apa lagi, ken dan uzi itu sudah menyatu kok…. hi..hi…hi….🙂

     
  16. abindut

    17 Januari 2009 at 21:21

    oh..
    tangga yang di pak rt punya mas uzi toh…
    sekarang ada dirumah saya tuh…
    kebetulan genteng pada melorot juga tuh…
    tapi sepertinya tangga nya patah tuh..😦

    kenuzi50: waduh, tangganya patah yah, padahal cicilannya masih tiga bulan tuh…😦

     
  17. ernalilis

    17 Januari 2009 at 13:37

    Eh… Ni aku masih dirumah Ken.. ya?
    Whaa…..Ini tadi aku kesini mau pinjam tangga buat betulin genteng rumahku yang bocor juga.. Lha kok tertidur disini sih..!
    Maaf ya Ken..

    kenuzi50: mbak erna, ken tuh nama istriku. namaku yang satunya lagi…. pinjem tangga yah.., aduh tadi di pinjem pak RT tuh, entar kalau udah dibalikin tak bilangin yah….

     
  18. ernalilis

    16 Januari 2009 at 22:06

    Subhnallah…….

    Hanya bisa berkata itu, spechless dan termenung lama…

    kenuzi50: mbak termenung kok lama amat sih….. bangun mbak,..bangun…. yah, ketiduran rupanya….

     
  19. abindut

    16 Januari 2009 at 20:45

    Subhanallah…
    Berbahagialah mas mempunyai istri yang soleha seperti itu…
    betapa tentram hidup rumah tangga mu…
    Dan pastinya memotivasi untuk memanjakan dan membahagiakannya…

    kenuzi50: Subhanallah….. istri abi juga pasti seorang yang solehah….

     
  20. fachri

    16 Januari 2009 at 19:01

    Alahmdulillah mas diberi amanah istri yang berlapang hati. Mas doakan aku agar dikaruniai istri yg demikian..terimakasih..

    kenuzi50: amin. semoga mas fachri diberikan istri yang solehah dan …..SEGERA, SECEPATNYA…… he…he…

     
  21. dewi

    16 Januari 2009 at 17:33

    waaah….
    salam untuk istri yang lapang hatinya…

    *smoga saia jg bisa belajar untuk memiliki hati lapang🙂 *

    kenuzi50: Insya Allah, nanti salamnya di sampaikan…

     
  22. Rian Xavier

    16 Januari 2009 at 17:09

    Amin🙂

    kenuzi50: makasih do’anya mas

     
  23. Jefry Austin

    16 Januari 2009 at 13:49

    Saya telah membaca karya kamu. semua bagus. Tampaknya kita memiliki aliran dan semangat tulis yang mirip. Oleh karena itu saya ingin agar kita saling berkunjung blog.

    Kami akan menyajikan mater-materi kami untuk menyambut anda. kami mengundang anda. Di blog saya selain ada refelksi, juga terdapat banyak hal di sana. Mari kita saling memperkaya pengetahuan dan pengalaman.

    Selamat datang. Kami menunggu anda.

    kenuzi50: mas jefri, thanks udah berkunjung. Langsung nih, kunjungan balasan…… wuuuuushhhh….

     
  24. Hilal Achmad

    16 Januari 2009 at 13:11

    ilustrasinya adem banget .. saya save ya ilustrasinya

    kenuzi50: mas, hilal. mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: