RSS

Innalillahi….

17 Jan

0_nature07-full

hari-hari perih yang kita lewati tanpa tangis, adalah bentuk tawadhu kita pada sang Maha Pencipta.

luka sosial yang tersayat tiap hari, bukan alasan bagi kita bersedih karena kemenangan menanti di kemudian hari

rejeki yang kita dapat dipagi hari dan habis dimalam hari, tetap kita syukuri karena kita yakin Dia Maha Pemberi.

rasa adil yang terkoyak bukan alasan bagi kita untuk berontak, karena kita yakin Dia Maha Adil.

perang melawan hawa nafsu bukan alasan untuk menyerah, karena Dia Maha Kuasa atas  sesuatu.

lalu,….

mengapa kau menangis bidadariku…..?

mengapa kau uraikan air matamu…..?

mengapa kau tersedu….?

mengapa kau menatapku begitu dalam…?

dan ketika kulihat wajah malaikat menjemputku….kubisikan lembut ditelinga kasihku “kau tak perlu menangis, karena jiwa adalah titipan…”

(kembali jiwaku kepada Sang Pemilik…… Innalillahi Wainna Illahi Rojiun….)

***mengenang ayahanda yang telah lama menghadapNya di Januari 2003 …….***

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2009 in Puisi

 

9 responses to “Innalillahi….

  1. samyalfarizi

    16 Juli 2011 at 20:12

    ibu

     
  2. dian inayati

    9 Januari 2010 at 09:54

    Aku Ikut Menangis……….Puisi yang Menyentuh ***Baik Kematian Baik Apapun Semua Kita Kembali Pada Allah*** dengan Kenyakinan Itu Kita Akan Tetap Merasa Bersyukur*** Carilah Dunia Seakan Engkau Hidup Selamanya Carilah Akherat Seakan Engkau Mati Besok..”””

    kenuzi 50 : siapkan diri menghadapi segala yang terjadi… dunia hanyalah sesaat…

     
  3. Shino

    21 Januari 2009 at 13:21

    paling bisa nie bikin sedih…
    Jadi inget sama Almhm bokap.. mudah2 Allah memberikan tempat yang indah untuk beliau. Amin..

    kenuzi50: cup..cup… jangan sedih mas shino🙂. kita ikhlasin sambil berdo’a semoga almarhum diberi kelapangan di dalam kuburnya. amin.

     
  4. phie

    20 Januari 2009 at 11:23

    Ku hantarkan doa mudah2n almarhum dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa yang telah diperbuat di dunia yg fana ini. amiin

    kenuzi50: amin. makasih, mas phie.

     
  5. abindut

    18 Januari 2009 at 22:43

    Smoga almarhum diterima di sisi-Nya mas…
    BTW kata-katanya keren mas…
    sederhana tapi menghanyutkan…

     
  6. Upik

    18 Januari 2009 at 10:50

    Mas Ken,
    Ngiring doa ya..Semoga ayahnda & kita semua nanti dapat meninggal dengan khusnul khotimah. Toh kematian bukanlah akhir tapi jutru awal dari kehidupan yang sejati.. Kewajiban kita untuk senantiasa mendoakannya. Makasih dah mampir ya, sukses terus..

    kenuzi50: Amin. betul mbak… aku sering mampir kesana nanti yah…. komentarnya menyejukkan sekali…. ma, kasih….

     
  7. fachri

    18 Januari 2009 at 06:03

    Alangkah indahnya jika kita semua diberi kenikmatan untuk selalu ingat mati setiap saat dan dimanapun kita berada. Semoga kita yg muslim mendapat kenikmatan itu..

    kenuzi50: Amin.

     
  8. ernalilis

    17 Januari 2009 at 21:42

    Ken….
    Kapankah aku… bisakah aku merindukan mati…?
    seperti kekasih merindukan pertemuan dengan jatung hatinya….

    semoga ayahanda sudah bahagia disisiNya..

    kenuzi50: kematian tak diminta pasti terjadi, tapi jangan sekali-kali kita meminta untuk mati. rindukan saja kematian yang husnul khotimah….

     
  9. yunitasulistya

    17 Januari 2009 at 19:39

    Semoga ayahnya diterima disisi Allah ya… trima kasih sudah berkunjung ke blogku.

    kenuzi50: makasih, mbak yuni…. amin.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: