RSS

Habitat

19 Jan

bintang

Malam ini beberapa bintang menampakan diri di langit Bekasi. Hujan yang selama beberapa hari ini rajin menemani, tak datang. Entah bersembunyi dimana. Ataukah hujan mendengar keluhan dan do’a mereka yang kebanjiran ???.

Diteras belakang rumah, ditemani secangkir teh manis hangat. Ku coba menghidupkan laptop untuk menulis beberapa kalimat untuk di jadikan sebuah postingan. Tapi, entah kenapa. Sekian lama termenung memikirkan rangkaian kata yang tepat, tak juga berujung menjadi sebuah tulisan. Mencoba mengulas tentang masalah politik, terpikir bahwa diri sendiri tak paham politik. Tentang masalah ekonomi, boro-boro memberikan solusi untuk pemecahan ekonomi bangsa, ekonomi keluarga saja masih jauh dari memadai.ย  Membahas tentang kajian Islam, diri merasa banyak ustadz yang punya postingan yang lebih layak untuk di baca tulisannya. Atau menulis sebuah puisi,… wuih, banyak para pujangga yang penanya tajam merangkai kata menjadi sebuah ungkapan sarat makna, dan postingannya-pun ada di sini.

Timbul sebuah pertanyaan, bermaknakah ketika aku berniat menjadi seorang Bloger..??? (Pertanyaan ini tak pernah terpikirkan ketika pertama kali membuat account). Pertanyaan kedua bermanfaatkah postingan yang aku terbitkan, setelah hampir satu bulan berkecimpung dengan dunia bloger..??? Adakah, mereka yang merasa teraniaya ketika aku menulis atau berkomentar tentang sesuatu..???. Entahlah,……….

Teringat, ketika pertama kali ada yang memberikan komentar (dari Ukhrie) di tulisan dengan judul “Sekapur Sirih”, duh…. betapa senangnya hati. Ada juga yang mau peduli membaca sebuah coretan tanpa arti. Atau ketika bermain di Kebun Hikmah (blognya Rindu), hati terasa sejuk membaca coretan-coretannya yang tertata rapih dan penuh nuansa Islami. Atau ketika bercanda diteras belakang (mas Nug), sambil mendengar cerita-ceritanya yang penuh hikmah dan kental dengan rasa persaudaraan. Ada juga (mbak Erna) yang dengan gaya persahabatan yang kental, mampu membuncahkan rasa bahagia ketika berkunjung ke blognya (walaupun pohon mangganya berbuah masam, orangnya sangatlah manis … he…he..). Dan (Mbak Aling), nun jauh di Taiwan yang dengan bahasa sederhananya mampu menyejukkan jiwa. Juga temen-temen yang lainnya yang punya ruang tersendiri di dalam hati.

Tiba-tiba hati tersentak. Ada sesuatu yang baru. Sebuah karunia Allah yang tadinya tak kusadari. AKU PUNYA HABITAT. Aku punya Kerabat. Aku punya sebuah jalinan persahabatan yang erat di sini. Jarak dan waktu tak mampu memisahkanku dari rasa persaudaraan ini. Aku bisa meminta nasehat ketika aku tersesat. Ada yang selalu menghiburku ketika aku bersedih. Ada yang mendoakanku ketika aku sakit. Ada yang berbeda dari sebuah awal ketiadaan. Subhanallah.

Terima kasih sahabat-sahabatku, atas jalinan persaudaraan yang manis ini……………….

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Januari 2009 in Uncategorized

 

11 responses to “Habitat

  1. dian inayati

    18 Januari 2010 at 10:21

    Nggak ….*Deritaku Deritaku*. nggak aku bagi… bagi… *Deritamu Deritaku* itu yang Cocok….. binunnnn Ya ??heheh

    kenuzi50 : biar gak bingung, kita saling berbagi suka aja..๐Ÿ™‚

     
  2. dian inayati

    9 Januari 2010 at 09:58

    ***Bahagiamu adalah Bahagaiaku****

    kenuzi50 : deritaku adalah deritamu…???

     
  3. Upik

    25 Januari 2009 at 12:05

    Mampir lagi ah…
    Boleh ngikut jadi sahabat Mas? Sekalian belajar dari yang senior, biar bisa lebih banyak menimba ilmu… kalo nimba sumur, talinya baru dipinjem..
    Mas, talinya balikin dooooonnnnggggg.. heeeee..๐Ÿ˜€

    kenuzi50: kalau berhitung usia jadi blogger, pastinya mbak upik lebih senior dong. aku buat nih blog persis tanggal 1 januari 2009. jadi mbak upik yang senior, jadi mbak upik yang ngajarin aku, jadi itu tali tadi dipinjam sama mbak erna, jadi… jadi jadian…ih…serem……๐Ÿ˜€

     
  4. Rian Xavier

    20 Januari 2009 at 22:13

    tenang, postingan anda sangat bermanfaat.:mrgreen:

    kenuzi50: wuiih,… thanks banget. tambah semangat neh….

     
  5. INDAHREPHI

    20 Januari 2009 at 10:28

    hampir sama kayak blogku๐Ÿ™‚
    bersahabat itu sangat menyenangkan..dan berbagi, tak pernah rugi๐Ÿ™‚

    kenuzi50: iyah,nih. kok, bisa sehati yah…. (GR…. :))

     
  6. ernalilis

    19 Januari 2009 at 15:41

    Cup…cup Abi…! Ntar tak kirimi coklat…!(hihihi…..)
    Kang Uzi sih godain terus..!

    Ih gula cuma manis dilidah Kang..!

    kenuzi50: lah, berarti mbak erna manis sekujur tubuh dong. pasti mbak erna ini hitam manis, hilang manisnya tinggal……๐Ÿ™‚ (#@$$ gdubrak@##$),… aduh siapa nih yang nyambit pake sepatu…..

     
  7. chic

    19 Januari 2009 at 15:30

    lah? ini jadi postingan kan…๐Ÿ˜€

    kenuzi50: aduh, ditengokin mbak chic kok jadi dag,…dig,…dug,… gini yah…. iya, gak nyadar malah jadi postingan he…he…๐Ÿ™‚

     
  8. abindut

    19 Januari 2009 at 12:03

    duh… ini nangis loh…๐Ÿ˜ฆ

    kenuzi50: hah, nangis toh. dikirain ketawa…. apanya yang perlu di tangisi bi…. mangga asemnya mbak erna..?? biarin aja bi… buat rujakan malah enak… ambil manfaatnya aja bi,….. (ini jawabannya nyambung kagak yah…???)๐Ÿ™‚

     
  9. abindut

    19 Januari 2009 at 10:34

    hik..hik…hik..๐Ÿ˜ฆ

    kenuzi50: yeh, Abi. malah cekikikan… keselek loh entar……

     
  10. ernalilis

    19 Januari 2009 at 07:07

    Pagi AKng Uzi….! Ihhh Aku memang manis..!
    * sambil senyam-senyum didepan kaca…

    kenuzi50: pagi mbak erna. pagi-pagi gini udah kelayapan yah…. manis mana dibandingkan gula..???

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: