RSS

Satu hati, dua warna

24 Jan

73165619_c90132776d

Postingan kali ini sedikit berbeda dari yang sudah-sudah. Biasanya ketika menulis sebuah postingan ada beberapa penggal paragraf  yang sifatnya imajinatif (terutama di katagori “Puisi”), tapi kalau yang ini benar-benar “True Story”…..

Tulisan ini juga “sedikit” (sedikit aja cukup, kok), menguak privacy dari sang penulis. Bukan maksud untuk pamer (emang gak ada yang bisa dipamerin…), takabur atau ingin pujian (ingat,.. segala puji hanyalah untuk Allah..), tapi ingin berbagi pengalaman semoga menjadi pelajaran bagi kita semua….

Al-kisah dimulai ketika beberapa tahun yang lalu ada pembentukan Pengurus Cabang Muhammadiyah di Cikarang Barat, Bekasi. Kebetulan aku terpilih menjadi Sekretaris.  Tak banyak yang bisa diceritakan, dan memang tidak bermaksud bercerita di area “ini”, hanya agak sedikit kaget ketika diundang oleh teman-teman di AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Pusat, untuk silaturahmi di salah-satu rumah makan di Bekasi. Bagaimana gak kaget, karena ada bahasan khusus bahwa teman-teman di AMM akan membuat sebuah Partai….. duh…….

Teringat pada Almarhum (ayahanda-red.), beliau adalah salah seorang politikus ulung di Sukabumi. Pimpinan salah satu Partai “berbendera hijau” (waktu itu hanya ada tiga partai, hasil fusi tahun 1973), dan membuat keluargaku cukup akrab dengan yang namanya pemilu dan kampanye. Ayahanda aktif sebagai politikus dari tahun 1978 sampai dengan beliau wafat. Wajar saja warna bendera Partai Beliau “hijau”, karena memang beliau pentolan MI (Muslimin Indonesia) dan menjadi Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, walaupun background pendidikannya dari IPB.

Kembali ke pokok bahasan. Akhirnya aku dengan teman-teman sepakat untuk membentuk sebuah Partai, dan aku menjadi salah satu inisiator untuk daerah Kabupaten Bekasi. Alhamdulillah, lolos verifikasi baik secara administratif maupun faktual. (Ada beberapa pertimbangan kenapa mau aktif di politik praktis. Selama ini area politik dipenuhi oleh “orang-orang” yang tidak amanah, sehingga perlu adanya re-orientasi pola pikir di badan legislatif dan pendidikan politik pada masyarakat. Tapi, bukan itu alasan utamanya. Alasan utamaku adalah dakwah lewat politik tanpa harus menjadi CALEG…. “catat, nih”….).

Cerita berkembang ketika beberapa waktu yang lalu diberi kabar kalau “Mamah” (panggilan untuk ibu kandung), menjadi CALEG di DAPIL Sukabumi dengan mengendarai Partai dimana dulu ayahanda berkarir. Dan beliau memintaku untuk menjadi Team Sukses…. duh, lagi….

Walhasil di Pemilu nanti, ketika membantu temen-temen di Bekasi maka aku akan mengenakan “kaos warna merah berlambang Matahari ” dan ketika ke Sukabumi bantu mamah, aku mengenakan “kaos warna hijau berlambang kabah”…. duh,… lagi dan lagi…..

(Semoga teman-teman tidak ada niatan untuk membuat PARTAI BLOGGER, bisa duh…. lagi aku nanti :D)

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Januari 2009 in Umum

 

5 responses to “Satu hati, dua warna

  1. koranindependen

    25 Januari 2009 at 18:55

    Nggak suka yang aneh-aneh. Pilih orangnya aja, jangan partainya. Buat yang money politic ; Ambil duitmya, jangan pilih yang ngasih duit. Cari warna yang selang seling hitam putih aja, aman untuk nyeberang jalan….
    Makasih, jangan lupa visite ke http://koranindependen.wordpress.com

    kenuzi50: warna selang seling hitam putih itu seragamnya gerombolan “si berat” di cerita lucky luck… kalau gak salah tuh….

     
  2. ernalilis

    25 Januari 2009 at 09:53

    Aku suka orange Akang..!
    Ada nggak kaosnya yang orange?…

    kenuzi50: kalau orange kayaknya gak ada tuh mbak, ada juga putih belang-belang hitam (motif zebra) kaya gerombolan si “Berat” gitu, mau….😀

     
  3. kweklina

    24 Januari 2009 at 23:43

    Wah…salut deh!

    saya suka warna merah hahaha…bawa hoki…blogku warna hijau bawa kesegaran…ayo merah dan hijau oke-oke, kayak Mas Kenuzi netral.

    sukses buat ibudannya ya, semoga selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk jadi anggota legislatif. Saya duku lewat doa. dan Blogku juga endukung karena berbaju hijau hehehe…

    Selamat menikmati akhir pekan yang membahagiakanmu dan keluarga!😀

    kenuzi50: terima kasih, mbak aling. sulit digambarkan dengan kata-kata. apa yang disampaikan mbak aling adalah sebuah kekuatan untuk berbuat lebih baik lagi. ehhmmmm, suka warna merah yah….. tapi juga menyukai warna hijau…. wow… keren abis. kita padukan saja pasti jadi warna baru yang indah….. terima kasih do’a buat bundanya….🙂

     
  4. abindut

    24 Januari 2009 at 20:56

    digabungin jadi satu aja…
    merah + hijau = biru, eh salah kuni kali ya…
    wah lupa… bentar ya.. tanya guru fisika sy dulu…
    *kabur buru-buru*

    kenuzi50: bentaran, bi. jangan kabur dulu. kalau gak salah merah+hijau jadinya abu-abu monyet…tuh….😀

     
  5. sunarnosahlan

    24 Januari 2009 at 19:11

    hebat, perpaduan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Kutunggu kiprahnya di parlemen (jika tidak pun tak mengapa).

    kenuzi50: waduh, kalau jadi legislator gak deh mas. biar begini saja, tapi punya ruang lebih luas untuk berdakwah….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: