RSS

Adinda

25 Jan

bunga-layu

adinda,

kau izinkan lelaki mencintaimu berulang-ulang, kau larutkan rindu dalam dendam. sementara cinta sudah lama tak berasa, hambar dan tanpa prasangka.

adakah yang mencumburuimu, dan tak sekedar mencumbumu ?. pada senyummu yang kau tebar di angin lalu, pada harum baumu yang memenuhi setiap ruang kalbu.

kau milik siapapun, karena cinta bisa saja berlalu. tinggal rasamu yang terasa pahit bak empedu. tinggalย  candumu yang kau tinggal diujung ragu.

kau telah memilih jalan yang tak searah dengan nurani. sayap mungilmu lelah dan kau hinggap di dahan penuh duri, kakimu terluka hingga ke hati.

aku tak mengerti mengapa malam kau jadikan siang dan siang kau jadikan penghalang. mengapa cinta tak juga melekat, mengapa kau jadi penghangat di tengah malam pekat.

hidup hanya sekali dan tak berulang. mengapa cinta kau bagi-bagi seperti tak ada lagi esok hari. mengapa kau buka hijab penutup diri.

adinda,

mengapa kau jajakan diri……..

(terinspirasi oleh banyaknya “kupu-kupu” malam yang menjajakan diri di sepanjang jalan….., duh, Gusti berilah mereka hidayah. Amin.)

 
23 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Januari 2009 in Puisi

 

23 responses to “Adinda

  1. mega

    24 Februari 2014 at 14:11

    hidupini sudh gak ada lagi untuk bagiankan saya
    kukup yang malam temanilahku sayang
    walau pun aku gak bisa menjauhimu
    aku gak akan lepisah darimu aku sayang smah kau
    seperti dulu aku sangat kekasihku yang terbaik
    walaupun kita gak ada hubung lagi aku akan selalu disampingmu syang EMuah ….:*

     
  2. Ria

    29 Januari 2009 at 11:25

    sendu…

    adinda…adinda…kenapa sih kamu begitu?

    sweet mas…

    kenuzi50: sweet-tan mbak ria deh…..

     
  3. linaluvjubed

    27 Januari 2009 at 22:36

    kebutuhan yang buat mereka ambil jalan cepat buat dapetin smuanya, mh….klo dipikir sih kebutuhan tuh g akan ada batasnya, klo bukan ilmu dan agama yg meredamnya, yuk mulai belajar tuk hidup penuh syukur cz Alloh dah beri kita bagian2nya yg Dia kehendaki

    kenuzi50: bener, pisan mbak. ketika tangan kanan kita di beri emas sebesar gunungpun, maka kita masih merasa kurang dan menyodorkan tangan kiri… mudah-mudahan mereka di beri hidayah…. amin.

     
  4. jeunglala

    27 Januari 2009 at 12:41

    Miris, ya?
    Padahal banyak yang masih anak-anak…

    Mmm… fast money memang paling bisa merebut akal sehat seseorang. Mudah-mudahan saja, tidak hanya mereka, tapi kita semua, menginsyafi semua ini…

    Money isn’t everything.
    Ya… bukan segalanya…

    kenuzi50: yang namanya money memang penting yah, mbak. tapi yang lebih penting lagi cinta… deu…(mesem-mesem)๐Ÿ˜€, karena ada kalimat yang mengatakan “uang tidak bisa membeli cinta”,…ehmmm, bener gak yah…???

     
  5. PETIR ANGKASA

    27 Januari 2009 at 12:08

    amin๐Ÿ™‚

    kenuzi50: terimakasih atas do’anya, mas….

     
  6. maskoko

    26 Januari 2009 at 23:17

    Semoga mereka sadar dan segera mendapat hidayah๐Ÿ™‚

    kenuzi50: betul mas, koko. paling tidak kita bisa berdo’a bersama sebelum bisa berbuat lebih jauh….amin.

     
  7. Hilal Achmad

    26 Januari 2009 at 19:50

    hmm .. gambarnya sungguh bermakna .. sebuah kesedihan … tanpa makna

    kenuzi50: “layu sebelum berkembang” (judul lagu dong…)

     
  8. tyasworo prasetyowati

    26 Januari 2009 at 19:39

    euh, sedih …… penuh makna

    kenuzi50: hiks…hiks…๐Ÿ˜ฆ jadi ikutan sedih neh, mbak….) mudah-mudahan mereka dapat hidayah..amin.

     
  9. angga erlangga

    26 Januari 2009 at 16:28

    So sweeettzzz….

    Salam kenal… nice post…๐Ÿ™‚

    kenuzi50: salam kenal juga mas angga. tapi menurut perimbon alias daftar sahabat para blogger, mas angga udah pernah ke sini tuh…. salam..๐Ÿ™‚

     
  10. PETIPR ANGKASA

    26 Januari 2009 at 14:59

    dalamnya laut tdk bisa kita jangkau…
    kita tdk pernah mengerti mysteri dibalik”kenapa dia harus jd kupu2 malam”
    Semoga saja….ada setitik sinar buat kesulitannya๐Ÿ™‚

    kenuzi50: terima kasih atas do’a dan kunjungannya…….

     
  11. Tuyi

    26 Januari 2009 at 14:36

    Mungkin mereka melupakan azab yang pedih dari Allah, smoga mereka diberikan hidayah darinya…
    salam kenal Bung…
    Main-main ke blogku ya…?๐Ÿ˜›

    kenuzi50: mas tuyi (heru), salam kenal balik. kita do’akan semoga hidyah segera datang.

     
  12. ernalilis

    26 Januari 2009 at 08:35

    Pagi Akang… Mau nganter segelas lemon tea…! Lha.. kok sepi sih… tak bawa pulang lagi deh..! sambil ninggal pesan secarik kertas dibawah pintu.. (kerumahku ya Kang..!)

    kenuzi50: Pagi, mbak erna…. itu lemon teh disimpen aja di teras rumah, kertas boleh di bawa pulang, gitu harusnya…..๐Ÿ™‚
    ngomong-ngomong ada apa dirumah, ada oleh-oleh yah… he…he… meluncur ah…..

     
  13. Fajarseraya

    26 Januari 2009 at 05:51

    Hikz..Bagus banget

    kenuzi50: mas, makasih udah mampir yah…. tunggu aja kunjungan balasannya…

     
  14. bujanglahat

    25 Januari 2009 at 21:20

    Semoga mereka diberi hidayah dan kembali kejalan yg di ridhoi oleh Allah. SWT… Amin

    kenuzi50: do’a dari lahat mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah. Amin.

     
  15. abindut

    25 Januari 2009 at 20:47

    Loh kang sekarang kupu-kupu udah pada suka kelayapan malam hari ya…, memang dia udah punya lampu senter, apa enggak takut nabrak..
    he..he..he..๐Ÿ˜€

    Engak nyambung.com

    kenuzi50: bi, lupa yah. yang punya senter itu kunang-kunang, kalau kupu-kupu pakenya petromax, nah janjian ketemu di sawah, terus pada ngobor bareng deh………. @#$..bingung..@#$…

     
  16. mahardhikadewi

    25 Januari 2009 at 17:41

    Semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka.. dan akhirnya kembali kepada jalan yang benar AMIN.๐Ÿ™‚

    kenuzi50: terima kasih atas do’anya mbak dewi. amin.

     
  17. Andre

    25 Januari 2009 at 16:18

    Hmm..sebelumnya, semoga ekonomi negara ini semakin membaik dan jauh lebih baik, agar ‘kupukupu’ malam itu tidak terpaksa menjajakan diri…

    kenuzi50: mas andre, jadi menteri perekonomian cocok deh….. he…he…๐Ÿ˜€ salam kenal, nih…

     
  18. anderwedz

    25 Januari 2009 at 14:29

    Terharu gw akan kepedulian Mas Kenuzi pada para “kupu-kupu” malam itu……

    kenuzi50: gitu yah….., peduli bareng-bareng aja…..

     
  19. indra1082

    25 Januari 2009 at 13:19

    hiks…hiks……hiks……

    Pinjem sapu tangan donk………

    kenuzi50: saputangan, yah…. ada nih. tapi tadi bekas di pake mbak upik… pilek katanya… he..he…๐Ÿ™‚

     
  20. sunarnosahlan

    25 Januari 2009 at 11:52

    janganlah atas nama demi sesuap nasi membiarkan cinta larut dalam dendam. karena hidup tak pernah berulang

    kenuzi50: para pemerhati sosial harus bisa mencarikan solusi yang terbaik buat mereka, kita para blogger mencoba berdakwah dan berdo’a…..semoga mendapatkan hidayah… Amin.

     
  21. Upik

    25 Januari 2009 at 09:54

    Mas Uzi..
    Tulisannya bikin trenyuh, *mengusap air yang bergulir turun..*
    Hidup yang keras, kadang membuat orang bisa “melakukan apa saja” untuk bertahan. Semoga mereka bisa menemukan “titik terang” dan hidayah Allah yang bisa membuat mereka kembali berhijad di jalan-Nya..

    [hiks..๐Ÿ˜ฆ ] Amin…

    kenuzi50: mudah-mudahan yah, mbak. mereka bisa berubah ke arah yang lebih baik. Amin.

     
  22. ernalilis

    25 Januari 2009 at 09:50

    .. Gusti Allah selalu memancarkan cahayaNya kan Mas… seperti matahari mememancarkan sinarnya pada semua yang ada di bumi ini tanpa pilih kasih.. Namun hanya mereka yang mau membuka hati yang bisa merasakannya, seperti membuka cendela untuk merasakan hangatnya mentari…..
    Kapankah mereka mau membuka hatinya untuk anugerah Allah yang tek terhingga..?

    kenuzi50: kita berdo’a semoga Allah membimbing mereka kembali ke jalan yang lurus. bisa saja kita yang jadi perantaranya untuk menyadarkan mereka…..๐Ÿ˜ฆ

     
  23. mamas86

    25 Januari 2009 at 02:46

    **Merenung bersedih karena terenyuh setelah membaca tulisan di atas…๐Ÿ˜ฆ

    kenuzi50: mudah-mudahan, mereka diberikan hidayah dan kembali kejalan yang lurus… amin.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: