RSS

Introspeksi

01 Feb

16_05_76-rain_web

Aku ingin hening dan pejamkan mata. Menikmati tetes gerimis, yang sesekali butiran lembutnya mengetuk kaca jendela. Menikmati dinginnya malam menjelang pagi, yang meniupkan angin lembut pembawa pesan tentang sebuah perjalanan hidup.

Langkah langkah kecil yang diawali ketika kita terlahir, menjadi sebuah langkah besar yang dipenuhi oleh goresan-goresan pengalaman yang tidak selalu menyenangkan. Kadang penuh gelak tawa, kadang berurai air mata. Kadang dihadang masalah yang bisa membutakan nurani tentang kebenaran.

Ya, Allah. Berapa besarkah dosa yang tak terasa yang pernah hamba cipta. Tentang jalan yang tidak selamanya lurus, tentang langkah yang tak jarang salah, tentang prasangka yang tidak selalu baik, tentang rasa yang sering mendua. Padahal hamba tahu betul, sedikit saja kesombongan dapat jadi penghalang hamba untuk memasuki surgaMu.

Ajari lagi hambaMu, belajar tentang ayat-ayat kasih dan cinta. Agar bisa hamba gunakan untuk membunuh kebencian. Ajari juga hamba tentang menikmati rasa syukur agar hamba tidak jadi kufur. Ajari terus hamba tentang jujur pada diri sendiri, karena hati tidak pernah bisa dibohongi. Ajari selalu hamba tentang jihad ber-amar maruf nahi munkar-.

Gerimis mulai reda. Hati malah menangis. Sering aku merenung, bersujud, tafakur…. sesering aku menggoreskan tinta merah dalam raport kehidupan, malah lebih. Kembali lagi aku padaMu, karena tobat adalah obat dan kembali pula aku berbuat. Sebuah introspeksi kadang jadi nyanyian pengiring permohonan ampunan, yang kadang menjadi sumbang ketika berhadapan pada banyak kenyataan.

Hamba sadar tak pernah pantas hamba menjadi penghuni surgaMu, tapi hamba lebih yakin kalau hamba tak sanggup bila harus masuk nerakaMu. Maka Ikhlas-kanlah ridhoMu untukku. Amin.

(kenuzi50 kini hadir juga di alamat baru dengan nama relalasido).



 
10 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Februari 2009 in Renungan

 

10 responses to “Introspeksi

  1. Andiafif Afif

    10 November 2011 at 11:08

    Jika saja kita selalu bisa instropeksi setiap saat mungkin kesalahan dan dosa tak semakin menumpuk. semakin diresapi hati ini serasa hancur dan tak terasa terurai air mata.

     
  2. dian inayati

    14 Januari 2010 at 14:11

    tapi ini buat tujuh belas tahun keatas lhooo…hehe

    kenuzi50: hah…??? gitu yah…???

     
  3. dian inayati

    9 Januari 2010 at 12:04

    aduh adek kcil suka blog ini ya???

    kenuzi50 : mudah-mudahan, tua muda pada suka… he..he…

     
  4. ariq fernanda

    10 Februari 2009 at 12:54

    Ass, om..salam kenal dari Ariq ya…:D

    kenuzi50: selamat datang di blog kenuzi50, mas ariq. kita jalin persahabatan… ok..???

     
  5. Upik

    4 Februari 2009 at 11:21

    Kita sering menganggap bahwa Allah SWT adalah kekasih sejati kita, tapi kita sering alpa dan khilaf. Sering lalai dalam tuntunan dan perintah-Nya, bahkan melanggar segala larangan-Nya.. Ya Rabb… Membaca postingan Mas, aku jadi semakin malu, merasa tak berarti, hina dan hampa.. Semoga akan selalu banyak postingan yang menyejukkan dan menyadarkan untuk kembali berhijad pada jalan Allah SWT.
    Mas Uzi, makasih udah kasih postingan ini ya.. Top abis🙂 :-bd

    kenuzi50: aduh, jadi gak enak nih sama mabak upik. mbak upik lebih jago bikin postingan kaya gini. (jadi terharu….hiks…hiks…:()

     
  6. ernalilis

    2 Februari 2009 at 15:31

    Kang.. kadang aku ini merasa begitu lemah, bodoh dan buta.. sehingga kadang kumohon pada Allah swt supaya jangan hanya beri petunjuk membimbing langsung tanganku.

    Ah Kang.. bener… tiap mengingat dosa dan kesalahan yang aku lakukan.. duh tak terasa airmata sudah gak bisa ditahan menangis.. sesenggukan sendiri.. Sesudah itu berjanji namun tak jarang kembali tidak ditepati…
    Kalau Allah itu nggak Maha Pengampun… seperti apa kita ya Kang?

    kenuzi50: untung nya Allah maha pengasih dan penyayang. Insya Allah mbak erna selalu ada dalam lindunganNya… amin. (serius.com).

     
  7. linaluvjubed

    1 Februari 2009 at 21:23

    ketika membaca bait ke 4…itulah yang selalu di mohonkan, saya selalu menjerit ketika diri mulai melemah. duuuhhhhhh….jeritan memohon bimbinganNya….Semoga qta termasuk hambaNYa yg sll diberi kebaikan dunia wal akhirat. Amiin

    kenuzi50: amin, mbak. mudah-mudahan kita selalu diberi petunjuk olehNya…

     
  8. kweklina

    1 Februari 2009 at 15:06

    Jika kita masih ingat Intropeksi…berati kita masih takut akan kesalahan…akan dosa…Tuhan akan mengampuni segala perbuatan kita.

    kenuzi50: makasih mbak aling…. kehadiran mbak aling selalu memberi semangat yang lebih…🙂

     
  9. dhanny dan ayu

    1 Februari 2009 at 09:17

    Ass….moga kita bisa melakukan introspeksi diri sendiri, dan tidak hanya bisa mengintrospeksi diri orang lain…

    kenuzi50: betul mas, setuju berat dah….

     
  10. sunarnosahlan

    1 Februari 2009 at 07:17

    gambarnya sejuk banget

    kenuzi50: di bekasi panas, mas. kalau ke bekasi mampir mas….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: