RSS

Kuminta Separuh Hatiku

26 Mar

patah-hati

senandung cinta itu kembali mengalun, mengetuk lagi pintu hati yang telah lama berkarat. lewat angin senja, kau hembuskan kenangan lama, kau bangunkan rindu dari mati suri yang membelengu.

disepanjang pantai kenangan, langkah kebersamaan kita telah lama terhapus ombak.  cita kita telah lama menjadi elegi, meregang dawai hati yang terputus, menyisakan perih.

wajahmu adalah gambaran manik mutu manikam, mutiara belahan jiwa. hatimu adalah laksana sembilu penyisir luka, yang membuat hati tak sekedar berduka, tapi berdarah sekaligus bernanah.

tapi mengapa rasa itu tetap tertaut padamu, walau raga tak mungkin termiliki. mungkin karena kau lupa mengembalikan separuh hati yang dulu ku titipkan.

ijinkan aku meminta separuh hati yang dulu kupersembahkan, agar rindu tak lagi memburu, agar luka tak lagi menganga.

titipkan hatiku pada burung yang terbang tinggi, pada ombak yang bergemuruh, pada angin yang berhembus, pada rumput yang bergoyang, pada padi yang menguning, pada jejak kaki di pantai, pada tingginya gunung, pada semua tempat yang pernah kita singgahi dan jadi kenangan.

 
33 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Maret 2009 in Puisi

 

33 responses to “Kuminta Separuh Hatiku

  1. upik

    20 September 2012 at 20:18

    memang sulit tuk meminta hati kita yang tertinggal pada seseorang,apalagi jika seseorang itu telah ada yg punya,pun sebaliknya…yang ada hanya menjalani hidup,karena mungkin ini adalah yang terbaik teman

     
  2. jihan nx sejaty

    2 Juli 2012 at 09:45

    sepatah-patah hati qhu seperti kata d’atas
    wehwehweh [[xatawe]]

     
  3. aida

    9 November 2011 at 16:16

    “Kembalikan Separoh Hatiku”Itu permohonanku yang kuucap lirih Pada helaan sang bayu untuk kau dengar Biarkan aku mencintai kasihku sepenuh ia menyayangiku

     
  4. whiet red london

    4 April 2010 at 22:40

    duh… jadi kesadar ma diri sendiri mbacanya…

    kenuzi50 : ha..ha… sudah dibalikin separoh hatinya…???

     
  5. dian inayati

    7 Januari 2010 at 14:32

    ya …….. sebagai persaudaraan…mungkin bisa jadi besan haha…wallahu a’alam bisshowab..

    kenuzi50 : Allah maha tahu yang terbaik bagi umatnya…..

     
  6. dian inayati

    5 Januari 2010 at 15:00

    sudah jelas? tapi Terlambat Sudah Kau Datang Padaku….. dan selama itu dia tidak memaafkan aku……..gmn mas kenuzi ? ternyata hidupku dibalik seseorang yang sakit hatinya” daia tidak memafkan aku sebelum kita ketemu??? hihihi ketemu?….

    kenuzi50 : ketemu saja dalam konteks silaturrahim… ingat, jangan ada dendam cinta…. ha..ha..

     
  7. dian inayati

    5 Januari 2010 at 14:56

    iyalah pengen nangis “ternya nggak mirip….haha…. Dulu Ku Hanya Mengenal Sketsanya….. Sekarang Ku Mengenal Audionya…. dan Sekarang Ganti Kamu Yang Menghilang… Karena Kau Merasa Aku Masih 17 Tahun Lalu….Dulu Aku Terobsesi Kamu” dan Kau Masih Terobsesi 17 Tahun Lalu…gimana ya

    kenuzi50 : sudah tak perlu di kenang lagi, kita buat goresan indah masa depan saja….

     
  8. dian inayati

    5 Januari 2010 at 14:27

    Penantiannya??? aku memutuskannya…. dan justru di ayang nikah duluan….. dan aku dengar “Tanpa Cinta” putar ulang yuk waktunya…. dan aku akan mencari mu…hikzhikzhikz

    kenuzi50: andai bisa waktu di putar ulang, tentunya kan kita berikan cinta yang terbaik untuk seseorang yang tepat juga…

     
  9. dian inayati

    5 Januari 2010 at 14:20

    Penantiannya …… ya itu tadi “Aku dapat Penggantinya” yang Mirip…sketsanya….tapi setelah itu ternyata gak mirip hihihi.pertemuanku terjadi di laman pertemanan terkenal……. 25 nopember 2009.baru ada kejelasan… “Terpecah Hatiku Terpecah Pikiranku” weleh…weleh ….

    kenuzi50: mirip apa nggak, hayoo…??? jangan-jangan dimirip-miripin yah….

     
  10. dian inayati

    5 Januari 2010 at 14:15

    @dian……….saiap yang koment ya??kok bukan mas kenuzi50

    kenuzi50: ups… maaf, ngerasa lagi maen fb… tenang aja semua koment dari kenuzi50 kok…

     
  11. dian inayati

    5 Januari 2010 at 14:13

    >>>sama – sama mengharap tapi tidak ada +++Kejelasan++++ sama sama pemalu… dan tidak PD itu katanya…..setelah itu kau masih manceriku…17 tahun baru ada kejalasan… Aku Tak menyesali Hidupku…Yang Aku Sesali AkuBaru Tahu…

    kenuzi50: sekarang sudah jelas semua kan….???

     
  12. dian inayati

    5 Januari 2010 at 14:08

    separuh hati cocok tapi…………. kepantai nggak pernahlah …. Belum Ada Pertemuan tapi Harapan Hampa 5 tahun ku menunggunya…hanya Mengharap Pertemuan…setelah itu “Terserah Kamu Apa Maumu”…………..??????????

    kenuzi50: pastinya banyak goresan masa lalu yang terukir indah,… dan bagaimanakah akhir dari sebuah penantiannya..???

     
  13. dian inayati

    24 Desember 2009 at 14:55

    buat t seseorang di purwokerto…..siapa kenal.???………oooo sahabat penaku….persahabatan laki dan wanita tak setipis kulit ari……hingga detik ini aku tak mengenal ‘sketsa aslimu………17 tahun lalu yang ku harapkan hanyalah “pertemuan………sampe tidak ada keinginanmu untuk bersua dengan Aku…..dan aku mengenal….dan aku baru tahu bahwa kau tidak bahagia…dan detik ini kau masih mengingat aku..subhanallah………

    @dian : semakin membaca koment dari dian, semakin penuh rasa kepenasaran… sepertinya pernah ku kenal dekat, tapi…. (siapakah…???)

     
  14. dian inayati

    24 Desember 2009 at 14:49

    17 tahun lalu kau …tiba- tiba muncul, apa maksudmu…apa maksudnya….aku telah meninggalkanmu….dengan kata2 yang menyakitkan hatimu….tapi aku tak merasa….bahwa kau mengharapkanku…17 tahun lalu aku mengharpkanmu….akhirnya aku menemukan seseorangyng mirip denganmu…dan 17 tahun aku telah melupakanmu….seakan aku sudah hidup denganmu…..tiba tiba datanglah kamu…menjelaskan semua itu…..aku tak menyesali hidupku…………yang aku sesali aku baru tahu…….

    @dian : (merenung lama, mengingat sebait nama “dian”),…. salam….

     
  15. frea

    2 Desember 2009 at 02:48

    ijin copas y mas….

    kenuzi50: oke… mbak frea… semoga berkenan… salam kenal yah…

     
  16. tyara

    9 November 2009 at 12:07

    arkh…cinta itu selalu indah

    kenuzi50: setuju banget mbak tyara… apapun hasil dari usaha untuk meraih cinta… cinta tetaplah indah… salam kenal…

     
  17. abindut

    5 April 2009 at 18:09

    wakakak…kakak..
    makanya kang kalau hati itu jangan pernah dibagi-bagikan seperti itu, sekali tertinggal susah untuk diambil kembali….
    Memangnya somay yang bisa diberikan kepada siapun yang menginginkan hik..hik..hik.😛

    kenuzi50: orang dermawan memang suka bagi-bagi hati bi,…. kalau tukang somay, awalnya ngasih ujungnya nagih… ha..ha…ha…😀

     
  18. sunarnosahlan

    4 April 2009 at 21:17

    Mas Fauzi, sehat-sehat saja kan?
    Sang adik lagi jalan-jalan nyari bacaan

    kenuzi50: alhamdulillah, mas sunar. posisi dimanakah sekarang..??

     
  19. siwi

    2 April 2009 at 16:22

    Ya udah, ini kubalikin.
    Makasih ya..
    Aku udah punya yang baru sekarang
    Heheheh..😀

    kenuzi50: rupanya mbak siwi yang kemarin mencuri separuh hatiku yah..??? balikin harus sama bunganya.. hi..hi….🙂

     
  20. Upik

    2 April 2009 at 10:00

    Mampir lagi mas…
    Berbahagialah mas, karena punya banyak bagian yang telah tersimpul dimasa lalu. Menjadi cerita yang akan selalu terkenang dan tersimpan..
    Bukankah rasa akan selalu tumbuh? Seperti bunga disetiap musimnya.. Jadi, tak perlu meminta kembali hati yang dulu, karena hati yang sekarang selalu bertambah dan tumbuh seiring waktu yang terlewati….
    Mas, yang baru mana?

    kenuzi50: dalam perjalanan waktu, setiap kejadian berubah menjadi kenangan. dalam kenangan manis pahitnya kejadian tetaplah indah adanya. mbak upikpun telah mengisi kenangan indah di sisi hati seorang sahabat yang akan selalu tumbuh subur di setiap waktu…. makasih atas kebersamaan selama ini. (post yang baru lagi di edit…)

     
  21. Hejis

    1 April 2009 at 07:35

    Begitulah manusia… rindunya tercecer-cecer tapi gak bisa dipungut dan dibawa pulang kembali. Ia tumbuh di mana2, ada yang subur, ada pula yang meranggas. Di luar kekuasaan kita. Tapi, biarlah. Yang penting bibit rindu yang tumbuh di ladangnya dipelihara…

    kenuzi50: makasih mas hejis, semoga rindu diladang cepat berbuah……

     
  22. Ria

    31 Maret 2009 at 10:02

    bukannya hati gak bisa di minta balik ya?
    sebab ketika diberikan gak ada garansi untuk bisa dibalikin
    jadi biar aja hati itu tetep di sana, nanti biar tumbuh separuh hati yg lain sehingga hati itu utuh untuk istrimu.

    dan biarkan separuh hati yg telah terambil itu busuk dan mati sengan sendirinya😀

    semangatttt!!!

    kenuzi50: tetap semangat kok mbak ria,… kadang kita butuh riak kecil kenangan kehidupan, agar goresan kanvas tak sekedar sebuah garis lurus atau sebuah lingkaran…. tapi berwarna dan penuh corak…. haiiyah…. jadi sok nyastra gini nih… ha…ha…ha…..

     
  23. ernalilis

    31 Maret 2009 at 09:25

    Maaf bercanda Kang…

    Aku jadi sedih Kang Uzi sedih-sedih begini…
    Jangan sedih ya Kang…?

    Aku kayaknya lebih setuju hatinya utuh untuk mbak Ken tercinta saja…

    kenuzi50: bahasa sastra bisa bermakna ganda bahkan lebih, bisa realita atau khayal belaka… itulah indahnya sastra mbak e, dalamnya lautan bisa dikira dalamnya hati siapa tahu…??? puisi ini dikemas, bisa untuk siapa saja kok… buat yang merasa… hi..hi….

     
  24. ernalilis

    30 Maret 2009 at 21:18

    Kang…
    hiks.hiks..hiks…

    Hatinya setengah kilo kemaren sudah habis dibuat sambel goreng sama kentang dan wortel.. gimana niee?

    kenuzi50: hoorrrreeeeee….. akhirnya… setelah sekian lama menanti dalam harap….😀 lah, bagi-bagi atuh mbak e itu sambel ati kentangnya…. jangan lupa paketin buat abi….

     
  25. omiyan

    30 Maret 2009 at 16:54

    hhmm…mengingat masa lalu jadinya

    kenuzi50: iya, omiyan. semua pasti punya masa lalu. sebenarnya kenangan manis atau pahit dalam kenangan tetaplah indah…

     
  26. geRrilyawan

    29 Maret 2009 at 19:26

    wah….mana hati sekilo tuh sekarang mahal lho mas….emang harus diminta lagi itu hehehe:mrgreen: piss

    kenuzi50: bener juga nih mas gerrilyawan,… harga tempe dan tahu aja sekarang sudah naik mas, harga cabe keriting 18 ribu/kg, kol gepeng 4 ribu dan wortel tanpa daun 8 ribu/kg… kok, jadi jualan sayur yah…???😀

     
  27. "DIAJENG"

    29 Maret 2009 at 15:31

    Duhai malam…
    Lihatlah dg mata bathinmu..
    Tlah kubangun satu taman hati yg paling indah..
    Dengan sepenuh rasa ikhlasku
    dengan sgenap rasa cintaku..

    Kuncup-kuncup mawar itu mulai brsemi..
    Menyebarkan aroma kasih..
    Seiring alunan melody cinta syurgawi..
    Menanti sebuah hati..
    Tuk brtahta di taman hati

    (*hayah diajeng..puisine tentang mawar mulu..mentang2 dah dpt julukan si putri mawar🙂 abaikan ae mas..wong lg promosi kebun mawar,hehe..dudutz)

    kenuzi50: (nyanyi lagu ngiringin puisi diajeng..)…
    “mawar berduri,… kini ku pergi…..
    dengan membawa… luuukaaa di hatiiiii…..
    mawar berduri,… cukup sekali….
    kau melukai hatikuuu…. hatikuuuu…..”

    (hiks..hiks…hiks…😦 )

     
  28. "DIAJENG"

    29 Maret 2009 at 15:23

    Boleh ikutan brsajak ndak mas? Boleh’in aja ya (*maksa.com) kalo ndak blh ntar diajeng lemparin getuk goreng lho🙂

    kenuzi50: (sambil ngambil gitar..) tak iringin sekalian yah….

     
  29. "DIAJENG"

    29 Maret 2009 at 15:21

    Hm..jatuh cinta lg ya mas…ato cinta lama brsemi kembali?🙂

    kenuzi50: inget aja dulu pernah ada yang mampir dan mengambil separuh hati, eh… sampai kini ngak dibalikin…. maksud dianya tuh dulu minjem apa minta yah…. (udah lupa…)😀

     
  30. Upik

    28 Maret 2009 at 13:14

    Yang separo dah dikasih ke aku kan? *sokGR.com*
    Inget masa lalu ya… Xixixi, gpp inget asal jangan keterusan, kasian mbak Kent nya..

    kenuzi50: yang kemarin dipaketin tuh baru 1/8 nya saja…. iya, nih inget masa lalu dikit. banyakkan inget sama mbak upik… aduh jadi mau… eh, malu…. hi…hi….

     
  31. sunarnosahlan

    28 Maret 2009 at 10:46

    separoh hati yang telah lepas tak menyebabkan hilangnya separuh yang lain, tidak juga kurang penerimaannya

    kenuzi50: kalau seperempat bagaimana mas…??? he…he….. salam untuk anak-anak FABIO UNSOED, mas….

     
  32. dindacute

    28 Maret 2009 at 08:03

    yang udah dikasih jangan diminta lagi mas, biarlah yang lalu ikut tersapu bersama ombak dan angin. yakinlah bahwa mas bisa ngasih yang lebih buat istri mas

    kenuzi50: hi…hi….. mbak dinda bener, memberi harus ikhlas yah….. tapi, kok perasaan masih ngeganjel aja yah…. (mungkin mbak dinda punya stok separuh hati…??? ha…ha…. pppiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssss ah…)

     
  33. hanif

    26 Maret 2009 at 23:53

    So sweet
    indah benar ya
    Mungkin aku akan mengalaminya suatu saat nanti

    kenuzi50: ehm, sebenarnya ini tentang hati yang patah di masa lalu… kalau mas hanif jangan mengalami patah hatinya neh…. hi..hi…🙂

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: