RSS

Bercermin Di Air Keruh

12 Mei

cermin

Sejenak menundukkan kepala, merenungi perjalanan hidup yang selama ini kita lalui. Ada suka ada duka, ada tangis ada-pula tawa. Sejauh perjalanan tentang laku diri, pernahkah atau sering-kali kah kita introspeksi diri ?

Hari ini yang kita jalani, apakah lebih baik dari hari kemarin ? Hari besok apakah akan lebih baik dari hari ini ? Ataukah kita termasuk orang-orang yang merugi ? atau jangan-jangan kita termasuk orang yang celaka ?

Mari bercermin pada hati, tak perlu kita menilai orang lain. Rumput tetangga memang selalu hijau, dan arah pandang kita selalu ke-atas. Seolah kita khawatir dengan kehidupan dan melalaikan kematian.

Kuman di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak.

Begitu pandai kita melihat kesalahan orang-orang di sekeliling kita. Sekecil apapun sebuah kesalahan yang di ungkap di muka umum akan mengelinding membesar seperti bola salju. Sementara perilaku salah kita, kita sah-kan lewat pembenaran

Buruk muka, cermin di belah

Kita selalu meng-kambinghitam-kan orang lain karena kesalahan yang di perbuat sendiri. Padahal kita tahu cermin akan memantulkan bayangan nyata “siapa kita sebenarnya”.

Jari menunjuk, Kelingking terkait.

Begitu mudah menjatuhkan tuduhan bahwa orang lain tak benar, walau sesungguhnya kelingking terkait menunjukkan “siapa diri kita sebenarnya” di mata orang lain.

Lempar batu, sembunyi tangan.

Kita yang berbuat salah, tapi mengalihkan kepada orang. Seolah diri adalah malaikat yang tak berdosa. Kita makan nagkanya, orang lain dapat getahnya.

Bercerminlah pada hati, jangan bercermin di air keruh.

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2009 in Renungan

 

16 responses to “Bercermin Di Air Keruh

  1. rudi

    16 Januari 2012 at 20:22

    salam kenal semua 085249659667

     
  2. ratu ayu

    16 Juni 2011 at 12:18

    Suka dengan pribahasanya …

     
  3. uji

    6 Januari 2010 at 15:29

    apiik iki….

    kenuzi50: terima kasih…

     
  4. upik

    30 Mei 2009 at 16:34

    Emang bisa bercermin di air keruh ya…. wkekekek… Kangen ne mas….

    kenuzi50: nggak tuh,… jangan-jangan wajah kita jadi ikut keruh neh….. he…he… kangen juga…..

     
  5. Nug

    19 Mei 2009 at 22:03

    Kalo mancing diair keruh boleh gak sahabatku..?

    *iseng-canda.com*:mrgreen:

    kenuzi50: mancing lele dumbo pasti dapet mas. umpannya pake duit 50 ribuan, mancingnya di pasar induk… ha..ha…ha…

     
  6. ernalilis

    17 Mei 2009 at 14:09

    Jujur pada diri sendiri..
    Gak ada gunanya menyalahkan keadaan.. menyalahkan takdir.. mengkambinghitamkan orang lain (kambing hitam juga sulit dicari .. wkwkwk)…

    Nice post Kang..

    kenuzi50: ada satu bagian pada diri kita yang tak bisa di bohongi… HATI…. jadi tak ada alasan untuk tidak jujur… aih, kangen benar aku sama mbak e…. salam manis selalu ah….

     
  7. mahardhika

    16 Mei 2009 at 09:22

    sepertinya peribahasa ini uda lama ya?? jadi lupa2 inget.. untung bisa baca disini jadi tau n inget lagi deh

    kenuzi50: waktu SD dulu pernah ada pelajaran pribahasa…. mbak mahardhika, gimana kabarnya… terima kasih sudah berkunjung…

     
  8. italina89

    15 Mei 2009 at 12:19

    bercermin di air keruh…
    postingan yang bagus…

    kenuzi50: ma kasih mbak ita,… main ke blog mbak ita ah….

     
  9. kweklina

    14 Mei 2009 at 21:49

    aku juga ingin bercermin di blog iniπŸ™‚

    kangen sama blogmu hehehe…

    kenuzi50: kalau mau bercermin di blog ini, mbak aling harus bawa sisir yah…. ha..ha….πŸ˜€ kangen berat sama mbak aling… semoga sehat selalu….

     
  10. Mas Her

    14 Mei 2009 at 11:22

    Tulisannya mantap Mas….
    Terimalah salam perkenalanku..

    kenuzi50: seneng dapat teman baru, salam buat mas her… nanti aku main ke sana mas….

     
  11. abindut

    13 Mei 2009 at 15:39

    hik..hik..hik..
    Jadi inget palajaran pribahasa dulu….
    Coba postingannya 20 tahun yang lalu kang, pasti pribahasaku dapet nilai seratus deh..πŸ˜›
    O.. iya, BTW sama enggak dengan mancing di air keruh, kan ada kata-kata air keruhnya…πŸ˜€

    kenuzi50: andai saja aku posting di 20 tahun yang lalu, abi udah lahir apa belon yah…..??? ha…ha…. eh, bi jangankan di air keruh, lah di akuarium aja aku kalau mancing ngak dapet-dapet…..πŸ™‚

     
  12. Hary4n4

    13 Mei 2009 at 13:08

    Perhatian..perhatian.. Hati-Hati.. Perhatikanlah Hati.. Agar tidak senantiasa berpindah-pindah ke lain Hati..hehe *pasukan anti mati hati* {cermin atas adalah Sang Maulana..cermin bawah adalah abdi yg lemah}

    kenuzi50: senengnya punya temen mas hary, oke buanget mas…. jadi nambah ilmu….

     
  13. fachri

    13 Mei 2009 at 07:08

    harus bener-bener hati-hati..

    kenuzi50: betul mas fachri, supaya kita tidak terpeleset….

     
  14. sunarnosahlan

    12 Mei 2009 at 19:53

    kalau bercermin pada air keruh tak jelas apa yang mau dilihat, atau malu untuk melihatnya

    kenuzi50: kalau bercermin di air keruh, khawatir yang kita lihat adalah kesalahan orang lain, karena tak nampak bayangan diri…..

     
  15. hanif

    12 Mei 2009 at 19:25

    Jadi ingat pelajaran bahasa Indonesia dan guru bahasa Indonesiaku yang menyenangkan Bu Yusti…kangen…
    bercermin di air keruh mana tampak? tapi mungkin kadang tanpa sadar kita melakukannya y…

    kenuzi50: iya, mas hanif. sadar atau tidak sadar kadang kita salah memilih media untuk bercermin diri…. coba bercermin pada hati, tak bisa di bohongi…. salam

     
  16. Hary4n4

    12 Mei 2009 at 17:22

    Cermin Lima :
    1. Belakang adalah masa lalu
    2. Depan adalah masa akan datang
    3. Kiri adalah kenangan hitam
    4. Kanan adalah amal kebaikan
    5. Tengah adalah kebenaran sejati
    Salam hangat selalu ya mas Ken…

    kenuzi50: mas har, atas dan bawah gimana….??? (ditunggu lanjutannya ah…..)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: