RSS

Embun di Musin Kemarau

15 Jul

embun

(ini hanyalah sepengalan puisi imajinatif, pemuas rindu setelah sekian lama absen dari postingan…..)

tetes embun memecah keheningan malam,

menyapu lembut debu diujung dedaunan,

mengalir di sela tanah retak,

membumi menghujam ulu hati.

ada yang teriris di harunya biru,

di hati yang sendiri,

di penantian tanpa tepi,

di cinta yang tertolak.

kau rembulan, aku buminya

kau mentari, aku awannya

kau penari, aku gendingnya

kau wanita, bukan aku lelakinya

ini puisi tentang cinta tak berbalas,

lembar demi lembarnya tercabik rasa gahar,

dari amarah karna tak memiliki,

sampai rindu yang membatu.

kau adalah embun di musim kemarau,

mengharap sejuk hati gundah gulana,

kiranya angan hanya semata,

dahaga tak terpuaskan…………

“kali ini kukehilangan embun di musim kemarau, semoga kudapat gerimis di musim hujan…..”

 
19 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Juli 2009 in Puisi

 

19 responses to “Embun di Musin Kemarau

  1. windows live hotmail

    30 Mei 2013 at 14:21

    I have read so many posts on the topic of the blogger lovers
    except this piece of writing is truly a good paragraph, keep it up.

     
  2. Nug

    24 September 2009 at 09:11

    Lama tak berkunjung..

    Selamat Idul Fitri 1430H Sahabat, mohon maaf lahir batin yaa..🙂

    kenuzi50: maaf lahir bathin juga mas nug…

     
  3. andes

    23 September 2009 at 21:37

    sedih ya

    kenuzi50: dikit… he..he….

     
  4. anty

    1 September 2009 at 10:55

    keren mbak. salam kenal dari pontianak

    kenuzi50: panggil, akang/mas aja yah…. salam buat orang pontianak….

     
  5. motivasi259.blogspot.com

    28 Agustus 2009 at 22:15

    terima kasih artikel anda sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga comment 384

    kenuzi50: sama-sama…..

     
  6. ashafidz

    24 Agustus 2009 at 17:17

    salam kenal🙂

    kenuzi50: salam kenal juga…

     
  7. dendin

    18 Agustus 2009 at 13:58

    tulisan yang bagus keren…

    kenuzi50: mas, dendin makasih…..

     
  8. ernalilis

    14 Agustus 2009 at 23:23

    Kang Uzi…
    ayolah nulis lagi…

    kenuzi50: siap, bu… Insya Allah, mumpung lagi Ramadhan banyak waktu nunggu buka… he..he….

     
  9. Hary4n4

    14 Agustus 2009 at 05:31

    Lagi mencari embun nich…hehehe
    Met pagi mas koboi… Moga hari2mu senantiasa menyejukkan…
    Salam hangat.. Salam damai selalu…

    kenuzi50: mas har… makasih selalu berkunjung kesini…… salam hangat kembali.

     
  10. kelly amareta

    12 Agustus 2009 at 14:48

    dalem banget puisinya🙂

    kenuzi50: masa, sih… but, makasih yah….

     
  11. Hary4n4

    26 Juli 2009 at 02:13

    Oh..burung.. Nyanyikanlah… Katakan padanya… Aku rindu…. Oh..oooh… Aku rindu… Katakan padanya… Aku rinduuu…. *siul gembret* Hallow.. Aku rindu…hehehe Salam hangat.. Salam damai.. Salam rindu…

    kenuzi50: jadi gak enak nih, lama gak naek….. salam rindu juga mas har… langsung berkunjung nih…

     
  12. upik

    22 Juli 2009 at 11:46

    Mas Uzi… aku wanitanya, mas siapanya ya? ;;)
    Kalau mas abi mienya, mas Uzi pasti pahanya… wkekekekek..
    Salam hangat selalu

    kenuzi50: ha..ha… mbak upik ini bisa aja. bagaimana kalau mbak upik bunganya, mas abi tangkainya, aku jadi kumbangnya…. jiakakakkkk… salam manis….

     
  13. Hary4n4

    18 Juli 2009 at 09:00

    Kehadiranmu kembali..membawa embun penyejuk hati.. Rindu yg terpendam kini tlah terbayar….. Bagaimana kabarnya mas koboi..hehehe Salam hangat.. Salam damai.. Selalu..selalu..selalu….

    kenuzi50: ha..ha…. kabar baik mas, har. sorry, nih lagi banyak orderan…. ha…ha… i’m back….

     
  14. sunarnosahlan

    16 Juli 2009 at 11:52

    baru kemaren saya main ke Purwokerto bertemu dengan beberapa teman, tapi tak ada satupun yang dari Biologi

    kenuzi50: mudah-mudahan syawal ini bisa ke pwt…

     
  15. ernalilis

    16 Juli 2009 at 00:39

    JIka embun di musim kemarau telah pergi.. maka datang sinar mentari menghangatkan hati Kang..
    Selamat kembali lagi sahabat hati..

    kenuzi50: ma kasih, mbak ku…… komen mbak e bagai embun penyejuk hati…. senangnya… (pokoknya abi gak bakalan di kasih embun….ha…ha…)

     
  16. abindut

    15 Juli 2009 at 21:04

    satu lagi ah…
    Patah hati kenapa kang….
    biasanya kan suka cari yang lain he..he…he

    kenuzi50: no women, no cry…… tapi menderita…. hi..hi….

     
  17. abindut

    15 Juli 2009 at 21:03

    Jadi selama ini enggak keliatan karena patah hati toh kang…
    hik..hik..hik…

    kenuzi50: ha…ha…. bukan bi, tapi lagi hunting somay……🙂

     
  18. abindut

    15 Juli 2009 at 21:02

    he…he….he
    ketawa dulu ah

    kenuzi50: yang satu ini emang seneng tertawa di atas penderitaan orang yah….. (gggrrrrrr…)😦

     
  19. sunarnosahlan

    15 Juli 2009 at 09:26

    rindu itu memang tak bertepi, puisi itu makin mengalun bersama gending-gending

    kenuzi50: mas sunar, kerinduan untuk berkumpul dengan temen-temen di UNSOED mengalun bersama nyanyian cinta…..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: