RSS

Pernah

09 Mei


pernah aku tuliskan nama kita di pucuk daun yang hijau,
yang lalu luruh, kering jatuh ke bumi.

pernah kutuliskan syair tentang kerinduan,
yang akhirnya membeku, membatu dan kelu.

pernah kuukir asa dan kutitipkan di sudut hatimu,
yang tak pernah terjawab pasti sampai kini.

pernah ada namamu, pernah ada rasa rindu, pernah ada titipan cinta…

sebenarnya, sesungguhnya, sejujurnya…
pernahkah kau mencintaiku ???

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Mei 2011 in Puisi

 

5 responses to “Pernah

  1. uka

    15 Mei 2012 at 10:18

    pernah aku hadir dan menitip sebait doa serta komentar….
    pernah aku bertanya padamu, akankah masalalu itu terus kau bawa mas?

    kita bisa membawa masalalu, tapi kita tidak bisa tinggal selamanya dengan masalalu🙂
    hidup akan terus berjalan mas…. songsong masadepanmu

     
  2. Fitri

    14 Januari 2012 at 12:27

    Uhhhtt,,,, puisi yg bagus!

     
  3. iinayah73

    21 November 2011 at 15:07

    o..mash di lanjut ya blog ini?

     
  4. yanti

    19 Juli 2011 at 09:59

    Jangan pernah menulis sesuatu yg ingin kau wujudkan pada daun yg akhirnya akan layu dan gugur………

     
  5. ulan octavia

    9 Mei 2011 at 16:28

    bagus

    kenuzi50 : makasih…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: