RSS

Menunggumu

12 Mei


menunggumu,

ditepian hati yang paling sisi, menanti waktu berbalik kembali, kemasa disaat awal asa di tautkan.

menunggumu,

disepanjang sudut pandang jalan, menyusuri kenangan, mengharap dapat memungut kembali serpihan hati yang tercecerkan.

menunggumu,

menanti harap yang tak kunjung datang, menepis gelisah yang menghujam, menyisihkan prasangka tentang rasa tak setia.

menunggumu,

menghabiskan sisa rindu, yang dulu tak tertampung hati, kini tinggal butir-butir kecil menemani sepi.

menunggumu,

dibatas waktu yang tak menentu, dipersimpangan antara rindu dan pilu, antara cinta dan prasangka, antara ada dan tiada, antara siang dan malam, antara ingin dan takdir, antara jarak dan waktu, antara aku dan dirimu.

aku akan tetap menunggumu, sampai lelah menjemputku…

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Mei 2011 in Puisi

 

11 responses to “Menunggumu

  1. aureil

    12 April 2013 at 11:17

    kadang jg zezaat tk menyandarkan semua lelah….ada kalanya jg !ngn treak pada dun!a gk ad!l….
    krna p!k!ran dah terblut KEZEND!R!AN…
    skrg hanya PASRAH b!ar wkt dan h!kmah dr!-NYA…AM!N

     
  2. yossinno

    23 Oktober 2012 at 18:33

    menunggu,,,haruskah??????????????????
    tidakkah sia2??????????????????????

     
  3. Bunga Andini

    29 September 2012 at 08:25

    sama denga diriku yang tak perna lelah menunggumu sampai kapanpun

     
  4. Budi Cahyono

    4 Juni 2012 at 11:16

    Sedang menunggu *sambil nyeruput es cappuchino*

     
  5. abu faqih

    24 Mei 2012 at 10:51

    Lebih setahun tiada posting baru … ke mana gerangan dikau, kenuzi50?

     
  6. uka

    15 Mei 2012 at 10:15

    jika menunggu, tolong air minumnya jangan dihabisin ya mas… hehehehe

    btw, apa kabar ma uzi? gimana kabar mbak ken?😀

     
  7. astri ivo

    23 Maret 2012 at 11:43

    percuma menunggu utk sesuatu yg sudah tidak bisa dpertahankan…bikin capek hati..capek pikiran saja…life must go on…

     
  8. Nanggroe Software

    24 Oktober 2011 at 16:19

    aku selalu menunggumu, walaupun aku tau kau takkan pernah datang,,aku cuma berharap semoga kau bahagia dengannya,, mantap gan blognya…

     
  9. aida

    16 Oktober 2011 at 12:30

    desir angin malam masih menemaniku
    suara jangkrikpun setia setiap waktu
    disini aku menunggumu
    seperti malam-malam yang lalu
    masih aku menunggumu

    meskiku tahu hadirmu tiada menentu

     
  10. anariana

    30 Mei 2011 at 21:25

    Menunggu yang tak pasti

     
  11. yanti

    20 Mei 2011 at 14:00

    Jalan masih panjang…..msh terbuka luas kesempatan….untuk apa menunggu sesuatu yg tdk pasti.

    kenuzi50 : bukannya menunggu supaya ada kepastian..??? he..he.. salam…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: