RSS

Lelahku

19 Jun

dinda...

memahamimu, bertahun telah berlalu. coba membaca makna tersirat raut wajahmu. sesungguhnya, adakah bahagiamu berbagi hati denganku…?

membahagiakanmu, ku beri seluruh yang ku mampu. cinta, rindu, kadang ku campur cemburu. sesungguhnya, adakah kau rasa selaras dilangkahku…?

mencintaimu, bagaikan perbincangan rembulan bisu. lembut, syahdu tapi membuat hati kelu. sesungguhnya, berbalaskah cinta yang kutitipkan padamu…?

dinda,…

terserah padamu, cintaku telah terkuras tak tersisa. rinduku sudah kelu dan berdebu. rasaku telah hambar lantaran menunggu. asaku adalah harap tak bertepi.

dinda...

andai kau masih menyisakan sedikit rasa cintamu. andai kau masih menyisihkan rasa rindumu. andai kau masih bahagia dengan rasamu. andai asamu masih berharap wujud. sampaikan maumu pada angin senja, pada rintik hujan di musim kemarau, pada ilalang yang meranggas, pada hati yang kian…. LELAH..

(aku masih menunggu, walau waktu semakin menghimpitku…)

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2012 in Puisi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: