RSS

Separuh Jiwa

19 Jun

jangan tanyakan cintaku. selalu ada untukmu, bahkan bertambah seiring waktu.

jangan tanyakan rinduku. rindu ini tetap utuh, walau setiap waktu bertemu.

jangan tanyakan rasaku. karena kaulah rasa terindah duniawi.

berbaringlah dalam dekapku. di denyut nadiku ada namamu. melantunkan syair puitis untukmu. merangkai kata mutiara sejuta makna.

bertahun berlalu. tak pernah surutkan cintaku. tak pernah lunturkan asaku. tak pernah hambarkan rasaku.

KAU TERINDAH YANG KU MILIKI…

(karena aku adalah separuh jiwamu…)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 19 Juni 2012 in Puisi

 

Tag:

2 responses to “Separuh Jiwa

  1. Muhammad Nur Hakim

    7 Juli 2013 at 09:36

    “Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Kerana Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta …

     
  2. puisiku

    20 Juni 2012 at 13:25

    puitis banget…..

    kenuzi50: he..he…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: