RSS

Hujan dan Penyesalan

28 Jun

Ketika gerimis hadir,

Adalah nyanyian rindu sang kekasih. Rintiknya lukiskan pelangi hati. Memberi warna pada sambutan cinta terbalas. Hari-hari tak lagi sekedar hitam dan putih.

Gerimis berganti hujan,

Tetesnya suburkan bunga setaman. Dalam kecupan, helai-helai mahkota luruh dalam pelukan. Tinggal kelopak penyangga penyesalan.

Badai datang menghujam,

Gemuruh lunturkan harapan tergenggam. Cinta tak lagi mulus tak lagi tulus. Ketika nafsu berselimut rayu. Tinggal tangisan tersisa di sudut kamar.

(…cintailah cinta dengan bijak, karena cinta tak pernah menyakiti…)

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Juni 2012 in Puisi

 

Tag: ,

11 responses to “Hujan dan Penyesalan

  1. helendsandria

    18 April 2013 at 08:15

    izin copas ya…bgussss bgt..

     
  2. kenuzi50

    5 Maret 2013 at 11:21

    silahkan..

     
  3. hermandstk

    13 Januari 2013 at 16:06

    bagus bgts puisi nya. ,
    bole y aku copy…

     
  4. yanti

    12 Juli 2012 at 08:32

    semoga penyesalan hilang terkikis hujan

     
  5. jaka

    4 Juli 2012 at 13:58

    cocok sekali dengan picture nya,,

    kenuzi50: semoga berkenan…😀

     
  6. sc

    29 Juni 2012 at 22:22

    wah, kren banget kata katanya om
    ngepas lagi sama fotonya

    kenuzi50: makasih… salam.

     
  7. sugar

    29 Juni 2012 at 20:24

    cintailah pada porsinya dan porosnya, itu akan menjadikan kita menjadi manusia bijaksana kang
    tulisan akang tetap mengguncang🙂 salut….

    btw, jangan lupa porsiku ya, semangkuk mie ayam dan secangkir teh tawar hangat, hehehehe

    kenuzi50: tulisanku kayak gempa yah ? sampai mengguncang gitu…😀 porsinya tetep semangkuk rindu sama segelas teh kangen kan…???

     
  8. mida

    29 Juni 2012 at 18:50

    Betul, cinta itu seharusnya menyembuhkan, bukan menyakiti🙂

    kenuzi50: setuju…. he..he…

     
  9. yisha

    29 Juni 2012 at 14:45

    keren bangetsssssssss………..

    kenuzi50: makasih sudah berkunjung…😀

     
  10. zasseka

    28 Juni 2012 at 19:05

    dalem saat baca : “…cintailah cinta dengan bijak, karena cinta tak pernah menyakiti…”
    betul sekali adanya sobat, cinta ga pernah buat sakit, yang buat sakit hanyalah emosi seseorang akan ketidak-terimaan

    Kenuzi50 : betul kang,… cintailah cinta dengan ikhlas…😀

     
  11. Mami Zidane

    28 Juni 2012 at 10:16

    puisinya bagus banget….apakah terinspirasi dari pengalaman pribadi..?

    kenuzi50: hanya imajinatif aja… makasih sdh berkunjung…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: