RSS

Pamit

04 Jan

menangis-bisa-keluarkan-racun-dalam-tubuh
malam ini aku pergi,
aku lelaki yang tak perlu air mata saat jiwa terluka,
biar kuminta gelap malam dan gerimis hujan,
mengantarku hengkang dari seribu kenangan
 
aku lipat namamu di balik sajadah,
yang menemaniku tafakur sampai pagi menjelang,
aku malu pada harap yang tak pernah terucap,
aku malu menginginkan pantas untuk kau rindukan.
 
aku lalui semua dengan sendiri,
aku ikhlas melihatmu bahagia tanpaku,
aku relakan kisah yang pernah kita tulis terhapuskan,
aku ijinkan kau mencintai bukan padaku.
 
aku pamit…
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Januari 2014 in Umum

 

3 responses to “Pamit

  1. vindy

    27 Maret 2014 at 11:40

    mas fauzi aq kangen bangat ………..kapan kita bisa seperti dulu lagi
    saling menyapa dan bercanda

     
  2. Yanti Maulana

    20 Januari 2014 at 11:12

    CINTA itu bukan mengikhlaskan orang yg kita cintai dengan yang lain, tetapi
    CINTA itu adalah memperjuangkan orang yang kita cintai agar tetap tinggal bersamamu

     
  3. heni

    15 Januari 2014 at 17:21

    like this…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: