RSS

Sebuah Puisi, Untuk Cinta Yang Tertunda

28 Mei

patah-hati

aku tak mengerti,
mengapa kau teteskan air mata saat aku pergi,
saat kutanamkan rasa rindu tak bertepi,
ku berjanji tuk menjemputmu di hari nanti.
 
aku tak percaya,
kau telah sanggah semua cerita,
semua keindahan yang telah menjadi kenangan,
kau ingkari dihatimu pernah ada cinta.
 
lalu musnah semua keinginan,
hilang sudah semua kepercayaan,
aku berikrar di dalam hati,
tak akan pernah aku kembali.
 
ku tak lagi peduli pada air mata yang mungkin kembali ada,
hanya puisi yang mampu kupersembahkan,
untuk sebuah cinta yang tertunda,
yang layu sebelum menjelma.
 
..ijinkan aku mengingkari, pernah ada rasa diantara kita.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Mei 2014 in Puisi

 

2 responses to “Sebuah Puisi, Untuk Cinta Yang Tertunda

  1. Yuki Kato

    5 Juni 2014 at 16:55

    aq slalu tunggu puisi puisi barunya kang….gmn kabar kluarga sehat//salam aja buat wardah ya :0

     
  2. vindy

    28 Mei 2014 at 10:50

    massssss…………….aq…………kangennnnnnnn

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: