RSS

Arsip Kategori: Umum

Pamit


menangis-bisa-keluarkan-racun-dalam-tubuh
malam ini aku pergi,
aku lelaki yang tak perlu air mata saat jiwa terluka,
biar kuminta gelap malam dan gerimis hujan,
mengantarku hengkang dari seribu kenangan
 
aku lipat namamu di balik sajadah,
yang menemaniku tafakur sampai pagi menjelang,
aku malu pada harap yang tak pernah terucap,
aku malu menginginkan pantas untuk kau rindukan.
 
aku lalui semua dengan sendiri,
aku ikhlas melihatmu bahagia tanpaku,
aku relakan kisah yang pernah kita tulis terhapuskan,
aku ijinkan kau mencintai bukan padaku.
 
aku pamit…
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Januari 2014 in Umum

 

Tarian Cinta


images4
Menari di hitamnya matamu,
gending cinta kau tabuh di setiap gerakku,
dawai hati kupetik sepenuh jiwa,
aku dan dirimu larut dalam elegi harmony.
 
Kuminta waktu berhenti berdetak,
lalu terbanglah ke balik awan yang berarak,
agar nuansa harap tak mengenal usai,
ku tunggu kau di ketinggian cita yang bersemai.
 
Nyanyikan lagu yang tercipta saat malam tiba,
atau bacakan syair puisi yang kutulis karena hadirmu,
kuakui renjana ini terlalu kuat memelukku,
ku takut kau hilang seiring tuntasnya tarian.
 
just for vindy. This dance made ​​me be scared…
 
Bekasi, 5 Desember 2013
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Desember 2013 in Umum

 

Kau Hadir Disaat Resah Menyapa


images3
 
Kau hadir disaat resah menyapa,
hapuskan sedih yang tadi malam telah paripurna,
aku dan purnama telah sepakat dalam janji,
ku akan menari bersama sinarnya, agar tanggal semua perih.
 
Kau hadir disaat cinta terluka,
kau sejukkan gelisah yang selalu ada,
aku dengannya adalah kisah yang tertunda,
kuihlaskan hati tuk melepas dia.
 
kau hadir disaat cerita telah sempurna,
hanya sapaan, tanpa mesti memandang,
telah mampu hapuskan lelah jiwa,
yang terkoyak dan melukai rasa.
 
semoga tak ada luka yang kedua.
 
Bekasi, 5 desember 2013
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 5 Desember 2013 in Umum

 

Antara Aku, Kau dan Pondok


IMG00519-20130106-0950
Antara angin dan air yang menjadikannya ombak,
antara hujan dan malam yang menjadikannya dingin,
antara Matahari dan awan yang menjadikannya teduh,
antara Bulan dan kegelapan yang menjadikannya terang di tengah malam,
Antara aku, kau dan pondok yang menjadikannya cinta.
 
(Tayan, 01 Januari 2013)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Desember 2013 in Umum

 

Rahasia Obat Hati (2)


Aku termenung di sisi jendela yang masih terbuka. Malam bertambah larut, sementara gerimis tak juga beranjak pergi. Dia masih setia menemani dinginnya malam.

Memaknai jalur kehidupan yang telah ku tempuh, serasa meraut tajamnya bilah bambu. Tak sekedar membuat tanganku terluka, tapi menembus ke dasar hati yang selalu gundah-gulana.

Sebait kata dari kang ustadz tadi sore masih tergiang di telingaku. “Nikmati rasa sakitmu, sehingga hatimu terasa penuh dengan rasa ihklas”.

Ah, pandai nian kang ustadz berucap. Sehingga rasa sakitpun bisa di ubah menjadi rasa yang nikmat. Lalu hati menjadi lapang karena tak ada lagi tempat untuk kecewa. Semua telah penuh dengan rasa ikhlas.

Teringat tadi pagi, seseorang telah dengan tega mendzolimi. Di fitnahnya diri, yang tak berniat, apalagi berbuat. Sehingga tak hanya raga, tapi juga rasa merasa terhianati, merasa semua mata menghakimi. Hancur sudah, luluh lantak. Padahal hidup mesti terus di jalani.

Ini malam kembali hati introspeksi diri. Apakah kejadian tadi pagi, buah dari benih perilaku yang ku tanam sendiri? ataukah sekedar ujian peningkatan kadar keimanan yang tak jarang terabaikan? atau sebuah sentilan dari Sang Maha Pencipta? sehingga hati menjadi terluka…

Malam semakin larut, dingin semakin menggigit. Hujan tak juga memberikan tanda akan reda. Bunyi binatang malam semakin jarang terdengar. Aku terhempas dalam kesunyian yang dalam, sendiri, dingin dan sepi.

Ah, rasanya ini waktu yang tepat bagiku berdialog dengan-Nya. Mengadukan segala urusan duniawi yang penuh dengan kepalsuan. Melaporkan semua ketidak adilan, meminta pada-Mu obat hati yang mujarab, agar tak mudah menyalahkan keadaan dan mampu menerima semua kejadian dengan hati yang lapang.

Kuambil air wudhu, bertahajud padaMu. Seuntai Do’a ku panjatkan pasca sujud malamku…

“Ya, Allah. Ajarkan lagi padaku ilmu Ikhlas-Mu”.

(semoga ikhlas ini menjadi obat hati yang mujarab…Amin.)

 
21 Komentar

Ditulis oleh pada 5 November 2010 in Umum

 

Menjelma Sempurna


sebenarnya letih menulis sesuatu yang melankolis. tapi apa daya, ternyata masih ada sisa-sisa masa lalu yang belum terkikis habis. masih saja bersemayam di bagian hati yang terdalam, walau semakin hari semakin terpinggirkan.

tak layak rasanya, benang-benang kenangan yang tersulam di masa lalu hendak diurai dimasa kini. mengharap sebuah keajaiban, bahwa waktu bisa berulang dan hati bisa memilih kembali dari awal.

ini sebuah keegoisan rasa. mestinya yang lalu sudah dianggap kadaluarsa. tapi ternyata masih saja bara di genggam, tak sekedar membakar, lambat laun pasti meracuni dan mematikan rasa yang seharusnya ada dan bukan untuk dia.

kewajaran dan pembenaran kadang dijadikan tameng hati. bahwa masa lalu, pahit dan manis pastilah indah dalam kenangan. padahal kenyataan berbicara lain. mestinya cinta tercurah untuk seseorang yang kini setia mendampingi, bukan untuk dibagi ke masa lalu, walau hanya sekedar sekeping hati.

belajar lagi mencintai sebuah hati yang terindah. menulis kembali kisah cinta kekinian tanpa harus terbebani kenangan. merilis ulang rasa yang bersih agar tak lagi tercemar. bahwa kepemilikan cinta yang sekarang dan selamanya, adalah yang terbaik yang bisa di dapatkan.

(maafkan, kalau cinta ini baru menjelma sempurna)

***diperuntukan tuk sahabat-sahabat yang punya masa lalu indah dan tak terwujudkan.

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 4 Februari 2010 in Umum

 

Berganti Wajah


Para sahabat tercinta….

Detik demi detik berlalu, hari berganti hari, menyisakan langkah langkah kehidupan yang tergores di sepanjang kenangan. Ada duka ada suka, semuanya menjadi warna dalam hidup dan kehidupan.

Perjalanan kenuzi50 blog’s, tak terasa sudah setahun lebih. Postingan yang terbit adalah jejak langkah yang terekam dalam wordpress. Ada renungan, kajian, umum, puisi dan lainnya, menjadi wajah yang diperkenalkan kepada para sahabat “siapa kenuzi50 sebenarnya“.

Pada awal ng-blog, kenuzi50 memberanikan diri mengusung tema “Serumpun Kata, Sebening Mutiara” berharap mampu menyajikan sebuah tulisan yang berharga bagai mutiara.

Sementara itu motto yang diluncurkan “dzikir, pikir dan ikhtiar”, bermaksud menyajikan berbagai bahasan dari sisi yang berbeda, bermuatan banyak, dengan harapan mampu menjaring pertemanan dari berbagai kalangan.

Disadari atau tidak, pada kenyataannya kenuzi50 blog’s makin sepi menampilkan bentuk renungan dan kajian. Malah di postingan-postingan terakhir lebih banyak menampilkan puisi “alakadarnya”, seolah kejar tayang untuk mengisi kekosongan post. Seakan keluar dari kerangka ketika blog ini di buat.

Mungkin ini yang di sebut seleksi alam (apa seleksi blog…???), dimana pada akhirnya akan ada sebuah post yang lebih di utamakan di bandingkan dengan post yang lainnya. Mungkin inilah waktunya kenuzi50 blog’s berganti wajah…

Tetap mengusung tema “Serumpun Kata, Sebening Mutiara”, tapi merubah motto menjadi “Curahan Rasa Dalam Bahasa Cinta”. Bermaksud mem-fokus-kan diri pada tulisan ringan tentang puisi atau kajian sosial kemasyarakatan yang memiliki bobot bahasan yang lebih sederhana dan ringan. Sehingga kenuzi50 blog’s lebih ngampang di nikmati, walaupun itu  sambil menyeruput secangkir teh panas, atau sepotong singkong goreng.

Sementara untuk kajian keagamaan kenuzi50 bermaksud membuka blog baru, dengan kajian yang lebih khusus dan terarah di bantu olah para sahabat dari PCM dan PDM.

Namun perlu di ingat, walaupun tulisan kenuzi50 nanti lebih banyak berisikan puisi atau tulisan ringan tentang “percintaan” atau “sosial”, bukan berarti apa yang di postkan itu adalah pengalaman pribadi. Malah kurang dari 1% dari puisi yang di tulis kenuzi50 itu tentang dirinya, kebanyakan adalah khayal semata atau fiktif.

Semoga pergantian wajah blog ini, tetap membuat persahabatan yang selama ini terjalin bertambah mesra dan harmonis.

Salam Persahabatan.

 
16 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Januari 2010 in Umum